Mewujudkan Pesan Wudhu dalam Kehidupan

banner 2560316

TROBOS.CO | Ibadah memiliki inspirasi yang sangat dalam. Di balik setiap gerakan ibadah, terdapat pesan yang dapat membimbing manusia untuk memperbaiki kehidupan.

Ibadah bukan sekadar rangkaian gerakan yang dilakukan berulang-ulang, tetapi juga latihan agar kehidupan kita semakin dekat dengan nilai-nilai kebaikan.

banner 300250

Salah satunya adalah wudhu. Setiap hari seorang Muslim mungkin berwudhu berkali-kali.

Air mengalir membasahi anggota tubuh sebelum menghadap Allah. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak untuk memahami pesan yang terkandung di balik setiap gerakan wudhu?

Wudhu diawali dengan membasuh kedua telapak tangan. Tangan adalah alat yang sangat penting dalam kehidupan.

Dengan tangan manusia bekerja, menolong, memberi, bersedekah dan berkarya. Tetapi dengan tangan pula seseorang bisa menyakiti orang lain.

Karena itu, membasuh tangan dapat menjadi pengingat: setelah tangan dibersihkan (disucikan), jangan lagi digunakan untuk melakukan kekerasan, mengambil hak orang lain, menyakiti, atau melakukan perbuatan yang merugikan.

Tangan yang bersih semestinya melahirkan perbuatan yang bersih pula.

Kemudian kita berkumur. Mulut dibersihkan sebelum kita berdiri dalam salat. Pesannya pun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulut jangan digunakan untuk menghina, memfitnah, menyebarkan kebencian dan melukai perasaan orang lain. Bukankah banyak persoalan besar bermula dari kalimat yang keluar dari mulut?

Setelah itu hidung dibersihkan. Hidung mengingatkan kita tentang pentingnya kepekaan.

Manusia perlu memiliki kepekaan terhadap keadaan di sekelilingnya. Jangan sampai kita begitu sibuk dengan diri sendiri sehingga tidak mampu mencium aroma penderitaan orang lain, tidak peduli terhadap tetangga yang kesusahan, atau tidak peka terhadap persoalan sosial.

Wajah kemudian dibasuh. Wajah adalah bagian tubuh yang pertama kali dilihat orang lain. Membasuh wajah dapat menjadi momentum untuk membersihkan ekspresi kehidupan.

Wajah yang teduh lebih menenangkan daripada wajah yang penuh kemarahan. Senyum yang tulus bahkan dapat menjadi sedekah. Karena itu, wajah seorang Muslim semestinya membawa kedamaian bagi orang yang memandangnya.

Selanjutnya tangan dibasuh hingga siku. Tangan bukan hanya harus bersih secara fisik, tetapi juga bersih dalam perbuatan.

Tangan yang telah dibasuh hendaknya menjadi tangan yang suka membantu. Tangan yang ringan menolong orang lain jauh lebih bermakna daripada tangan yang ringan melakukan tindakan yang menyakiti.

Kepala kemudian diusap. Kepala adalah tempat pikiran bersemayam. Ini dapat menjadi pengingat bahwa pikiran pun harus dijaga kebersihannya.

Jangan memenuhi kepala dengan prasangka buruk, kebencian, kesombongan dan pikiran untuk mencelakakan orang lain. Pikiran yang bersih akan melahirkan keputusan yang baik.

Telinga juga mendapatkan bagian dalam wudhu. Telinga mengajarkan kepada kita agar berhati-hati terhadap apa yang didengar.

Tidak semua berita harus dipercaya dan tidak semua perkataan harus diteruskan. Ada kalanya menjadi orang baik bukan karena banyak bicara, tetapi karena mampu menyaring apa yang didengarnya.

Terakhir, kaki dibasuh. Kaki adalah alat untuk melangkah. Maka setelah berwudhu, hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri: ke mana kaki ini akan membawa saya?

Jangan sampai kaki melangkah menuju tempat yang dilarang Allah, sementara mulut kita mengaku sedang mencari jalan menuju kebaikan.

Wudhu akhirnya menjadi sebuah perjalanan kecil menuju kesucian. Air memang hanya membasahi tubuh, tetapi pesan wudhu seharusnya membasahi hati.

Tangan menjadi bersih dalam perbuatan, mulut bersih dalam perkataan, mata bersih dalam pandangan, telinga bersih dalam pendengaran, pikiran bersih dalam prasangka, dan kaki bersih dalam setiap langkah.

Jika pesan-pesan itu benar-benar dibawa ke dalam kehidupan, wudhu tidak berhenti ketika air terakhir jatuh dari anggota tubuh. Wudhu terus hidup dalam perilaku.

Sebab tujuan akhirnya bukan hanya tubuh yang bersih ketika menghadap Allah, tetapi juga kehidupan yang lebih bersih setelah kita kembali menjalani kehidupan di tengah manusia.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *