Dari Sukodono, e-KTAM Jadi “Tajdid” Digital di 1 Muharam

banner 2560316

TROBOS.CO | LUMAJANG – Ada yang berbeda dalam peringatan Tahun Baru Islam di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukodono. Saat sebagian umat Islam mengisi 1 Muharam 1448 H dengan doa dan refleksi, PCM Sukodono justru menggemakan pembaruan. Tepat pada 16 Juni 2026, mereka menggelar sosialisasi Elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (e-KTAM) dan rapat pembentukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).

Bukan tanpa alasan momentum ini dipilih. Di hadapan pengurus PCM, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), para calon pengurus ranting, dan perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Sekretaris Umum PDM Lumajang, Zainal Abidin, meletakkan dasar pemikirannya. Ia menyebut langkah ini sebagai wujud nyata gerakan tajdid.

Suasana kegiatan Sosialisasi e-KTAM dan Rapat Pembentukan PRM yang digelar PCM Sukodono dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H. | Foto: Tim Trobos.co

“Pelaksanaan sosialisasi e-KTAM di PCM Sukodono ini merupakan salah satu bentuk gerakan tajdid atau pembaruan Muhammadiyah, khususnya dalam bidang administrasi keanggotaan yang kini berbasis digital,” ujar Zainal Abidin di hadapan peserta yang antusias.

Zainal Abidin menjelaskan, e-KTAM bukan sekadar pengganti kartu fisik menuju digital. Lebih dari itu, ini adalah langkah strategis Muhammadiyah untuk menata administrasi secara modern. Pendataan anggota yang tadinya terserak dan manual, kini didorong menjadi basis data tunggal yang akurat dan terintegrasi.

Dengan sistem digital, pelayanan organisasi diharapkan bisa lebih efektif. Mulai dari pemetaan potensi anggota hingga gerak cepat ranting di akar rumput. Di era yang serba cepat, keakuratan data adalah kekuatan. Ini adalah sebuah pembaruan yang mungkin tampak teknis, tetapi dampaknya sangat terasa hingga ke level paling dasar persyarikatan.

Selain pembaruan digital, acara ini juga menjadi momen strategis untuk menajamkan peran ranting. Dalam forum tersebut dijelaskan, ranting bukanlah struktur pelengkap. Ia adalah ujung tombak gerakan Muhammadiyah yang sebenarnya. Di sanalah pembinaan anggota, penguatan ideologi, dan pengembangan dakwah menemui bentuknya yang paling konkret.

Bahkan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah secara tegas mendorong setiap ranting untuk memiliki masjid. Bukan hanya tempat ibadah, masjid dirancang sebagai pusat pembinaan, pendidikan, dan aktivitas dakwah.

Saat ini, dari delapan ranting di wilayah PCM Sukodono, enam di antaranya sudah memiliki susunan kepengurusan yang terbentuk. Pekerjaan rumahnya adalah memastikan dua ranting lainnya segera lengkap dan semuanya bergerak aktif. Inilah target yang dicanangkan, agar tak ada lagi ranting yang hanya ada di atas kertas.

Refleksi 1 Muharam tahun ini bagi warga Muhammadiyah Sukodono bukanlah permenungan yang sunyi. Mereka justru memilih untuk berbenah. Memadukan semangat hijrah dengan modernisasi digital dan penguatan struktur akar rumput. Sebab, bagi mereka, hijrah yang sejati adalah bergerak dari cara-cara lama menuju peradaban organisasi yang lebih maju dan melayani.

Tim TROBOS.CO

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *