TROBOS.CO | Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan kemanusiaan di Lumajang. Seorang aktivis pendidikan dan kemanusiaan, Dwi Sriyantini, S.H.I., M.H., berpulang ke rahmatullah. Almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Jogoyudan, Lumajang, Kamis (29/7/2026) pagi.
Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sangat aktif di berbagai organisasi, mulai dari Dewan Pendidikan, organisasi kepemudaan, Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), hingga PKK. Ia bahkan pernah terpilih sebagai Pemuda Pelopor Nasional pada era Orde Baru, sebuah capaian yang mencerminkan dedikasinya sejak muda terhadap isu sosial dan pendidikan. Dalam kesehariannya, Dwi Sriyantini berprofesi sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jenderal Sudirman Lumajang.
Kiprah almarhumah turut mendapat pengakuan langsung dari Bupati Lumajang, Bunda Indah Amperawati, yang hadir bertakziah ke rumah duka. “Almarhumah sangat aktif di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan,” ujar Bupati Indah.
Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam atas seluruh kontribusi almarhumah selama hidupnya. “Pemerintah daerah sangat menghargai kinerja almarhumah,” ujarnya, seraya memohon agar segala kesalahan almarhumah semasa hidup dapat dimaafkan oleh keluarga dan masyarakat yang hadir.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan. Karangan bunga tampak berderet memenuhi gang menuju rumah duka, menandakan luasnya jejaring dan penghormatan masyarakat terhadap sosok almarhumah semasa hidup.
Sejumlah tokoh penting turut hadir menyampaikan duka cita secara langsung. Tampak Rektor Universitas Lumajang Prof. Dr. Eko Romadhon, beberapa mantan pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Lumajang di antaranya Drs. Masduki dan Drs. Nanang, serta pengurus lainnya.
Turut pula hadir dalam barisan pelayat Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Asir, S.H., M.H., Ketua Baznas Drs. KH Nur Sahid, M.A., Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Lumajang Dr. Anis Ibrahim, serta puluhan tokoh masyarakat lainnya yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Dwi Sriyantini meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan Lumajang, sekaligus menjadi pengingat akan jejak panjang pengabdian yang telah ditorehkannya bagi masyarakat.
Tim Trobos.co












