Dewan Pendidikan Lumajang dan YPAB Kunjungi Banyuwangi: Belajar Turunkan Angka Putus Sekolah

banner 2560316

TROBOS.CO | Semangat untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Lumajang kini terasa semakin kuat dan tak terbendung. Pengurus Dewan Pendidikan Lumajang bersama Yayasan Peduli Anak Bangsa (Y-PAB) menunjukkan tekad nyata untuk hadir sebagai bagian dari solusi. Bukan sekadar wacana.

Sesaat setelah pengukuhan, mereka langsung bergerak cepat menggelar rapat koordinasi guna merumuskan langkah-langkah konkret. Arahan Bupati Lumajang, Bunda Indah Amperawati, menjadi pemantik semangat untuk menjawab harapan masyarakat akan pendidikan yang lebih baik dan merata.

Langkah awal itu kemudian diwujudkan melalui kunjungan dan silaturahmi ke Dinas Pendidikan serta Dewan Pendidikan Kabupaten Banyuwangi pada Selasa, 14 April 2026.

Kunjungan ini bukan tanpa alasan. Banyuwangi dikenal sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan kerap meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional, termasuk dalam bidang pendidikan. Keberhasilan Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi inspirasi penting bagi Lumajang.

Suasana diskusi antara Dewan Pendidikan Lumajang, dengan jajaran Dewan Pendidikan Banyuwangi.

Meski IPM Lumajang dalam dua tahun terakhir telah masuk kategori “tinggi” dengan angka 71,02 pada tahun 2025, tantangan besar masih membayangi. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah tingginya angka putus sekolah, khususnya pada jenjang SMP.

Fakta ini menjadi pengingat bahwa capaian angka tidak selalu mencerminkan kondisi riil di lapangan. Masih banyak anak-anak yang membutuhkan uluran tangan agar tetap bisa melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

Data dari BPS juga menunjukkan bahwa IPM Lumajang masih berada di posisi terbawah di wilayah Sekarkijang, meskipun selisihnya relatif tipis.

Di sisi lain, Banyuwangi berhasil menempati posisi tertinggi dengan IPM 75,17. Padahal, pada tahun 2022 Banyuwangi juga pernah menghadapi persoalan serius dengan angka putus sekolah yang mencapai 4.834 anak.

Namun, dalam waktu kurang dari tiga tahun, mereka mampu melakukan perubahan signifikan. Ini membuktikan bahwa dengan komitmen, strategi yang tepat, dan kerja bersama, persoalan besar sekalipun bisa diatasi.

Ketua Dewan Pendidikan Lumajang, Drs. Ir. Bambang Hidayat Sampurna, M.Si. , menegaskan bahwa tidak ada salahnya belajar dari keberhasilan daerah lain. Justru dari proses berbagi pengalaman inilah akan lahir ide-ide baru yang bisa diterapkan di Lumajang.

Kunjungan tersebut menjadi ruang belajar yang sangat berharga, di mana berbagai strategi peningkatan IPM dan penanganan anak putus sekolah dipaparkan secara terbuka oleh pihak Banyuwangi.

Kini, harapan itu semakin nyata. Sepulang dari kunjungan, Dewan Pendidikan Lumajang bersama Yayasan Peduli Anak Bangsa berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil yang diperoleh.

Dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mereka siap merumuskan langkah nyata yang akan disampaikan kepada Bupati Lumajang.

Ini bukan hanya tentang angka IPM, tetapi tentang masa depan generasi muda Lumajang—tentang memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Pada akhirnya, perjuangan ini adalah panggilan bersama. Setiap anak yang kembali ke bangku sekolah adalah harapan baru bagi Lumajang. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dan dengan semangat kebersamaan, bukan hal yang mustahil bagi Lumajang untuk bangkit, mengejar ketertinggalan, dan menjadi daerah yang unggul dalam pendidikan.

Nugroho Dwi Atmoko

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *