TROBOS.CO | JEMBER – Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, mencari cara alami untuk menjaga kesehatan fisik dan mental menjadi kebutuhan mendesak. Ir. Widodo Djaelani, alumni Universitas Merdeka Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang, menawarkan solusi yang bersumber dari tradisi spiritual Islam dengan dasar sains: dzikir tafakur.
Menurutnya, praktik ini tidak hanya menenangkan jiwa, tetapi juga memiliki dampak fisiologis langsung dalam menyeimbangkan hormon dan memperlambat proses degeneratif (penuaan) sel.
Berikut adalah teknik sederhana yang bisa dipraktikkan siapa pun, cukup 15-30 menit sehari secara konsisten (istiqomah):
-
Posisi Nyaman: Duduk atau berbaring dengan kondisi rileks. Pastikan punggung tegak namun tidak kaku.
-
Niat Ikhlas: Awali dengan niat tulus memohon rahmat dan kedekatan kepada Allah SWT.
-
Fokus pada Napas: Atur pernapasan menjadi lebih perlahan dan dalam. Jadikan tarikan dan hembusan napas sebagai titik fokus awal untuk menenangkan pikiran.
-
Dzikir Berpanduan Kelenjar: Arahkan kesadaran ke pusat-pusat kelenjar utama dalam tubuh (seperti di dada/hati, tenggorokan, atau kepala) sambil melafalkan Asmaul Husna dengan menghayati makna tauhid di balik setiap nama-Nya.
-
Konsistensi: Lakukan rutin setiap hari. Durasi 15 menit sudah membawa manfaat, konsistensi 30 menit akan memberikan hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Ditinjau dari kacamata sains, Widodo memaparkan tiga manfaat utama dzikir tafakur:
1. Penyelarasan Hormon & Sistem Saraf
Praktik ini bekerja lebih lembut dan stabil daripada meditasi teknis semata, dengan efek:
-
Menguatkan Saraf Parasimpatik: Sistem yang bertanggung jawab untuk relaksasi dan pemulihan tubuh.
-
Menenangkan Pusat Otak: Mengurangi aktivitas berlebihan di area otak pemicu kecemasan (amigdala).
-
Menstabilkan Denyut Jantung & Napas: Menciptakan homeostasis (keseimbangan) fisiologis.
-
Mengoptimalkan Hormon Regeneratif: Seperti HGH (Human Growth Hormone) dan melatonin, yang berperan crucial dalam perbaikan sel dan anti-penuaan.
2. Kekuatan Tafakur: Mengosongkan Pikiran, Mengisi Hati
Tafakur adalah proses mengosongkan kekacauan pikiran duniawi dan mengisinya dengan kesadaran spiritual yang mendalam, seperti:
-
Kesadaran akan keteraturan ciptaan Allah dalam setiap sistem tubuh.
-
Perenungan tentang ketergantungan mutlak tubuh pada kehendak-Nya.
-
Rasa syukur yang mendalam atas setiap fungsi organ yang masih bekerja dengan normal.
3. Efek Anti-Penuaan (Anti-Degeneratif) yang Terukur
-
Menurunkan Inflamasi: Stres kronis memicu peradangan sel. Dzikir tafakur menekan hormon stres kortisol, sumber utama inflamasi.
-
Meningkatkan Kualitas Tidur: Pikiran tenang mendukung tidur nyenyak, fase puncak regenerasi sel dan detoksifikasi otak.
-
Menguatkan Meaning of Life: Memperkuat makna hidup adalah faktor protektif psikologis terkuat melawan depresi dan penuaan dini.
“Dzikir tafakur adalah bentuk meditasi terdalam,” pungkas Ir. Widodo Djaelani. “Ia tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi juga menyelaraskan sistem hormon secara alami, sehingga memperlambat proses degeneratif penyebab penuaan.”
Di tengah kehidupan serba cepat yang penuh “fatamorgana” duniawi, kebahagiaan dan kesehatan sejati justru ditemukan dalam kondisi relaksasi santai yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Praktik ini adalah jalan kembali kepada keseimbangan alamiah tubuh dan jiwa.
Ir. Widodo Djaelani (Pemerhati Sains Spiritual, Jember)









