TROBOS.CO | Semeru, 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini dari kejauhan tampak indah dan gagah. Dari “cerobong” di puncaknya, sesekali mengepul asap tebal, tanda bahwa gunung berapi teraktif di Jawa Timur itu tak pernah benar-benar tidur.
Saat Semeru marah, bermacam ancaman pun datang: erupsi, lahar panas, lahar dingin, hingga banjir bandang. Korban tak terelakkan. Sawah dan kebun tertimbun material vulkanik, ternak-ternak mati, dan tak jarang manusia turut menjadi korban keganasannya.
Namun di balik keganasan tersebut, ada berkah yang justru dituai warga sekitar. Kiriman material vulkanik dari lereng Semeru menghadirkan pasir yang nilainya seperti emas bagi masyarakat setempat.
Pasir asal Semeru dikenal berkualitas tinggi, bahkan termasuk salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Wajar bila permintaan datang dari berbagai kota di Indonesia. Seperti gula yang mengundang semut, kiriman pasir dari Semeru pun mengundang banyak penambang untuk datang dan mengais rezeki.
Para penambang ini sesungguhnya turut mengurai beban alam sehingga tidak berubah menjadi ancaman baru. Pasir dikeruk, lalu dijual ke luar daerah untuk kebutuhan konstruksi. Tanpa kehadiran mereka, sungai-sungai di sekitar Semeru akan cepat penuh oleh endapan pasir, hingga berisiko membuat air meluap ke permukiman warga di sekitarnya.
Dengan adanya aktivitas penambangan, aliran air pun bisa berjalan lebih normal, kecuali tentu saja ketika Semeru sedang mengamuk dan air justru menjadi ancaman bagi perkampungan di sekitarnya.
Di balik semua tantangan itu, Semeru juga menyimpan kekayaan lain yang tak kalah berharga: keindahan alam. Sejumlah objek wisata di kawasan ini sudah sangat dikenal, sebut saja Ranu Pane, air terjun Tumpak Sewu, dan Teras Semeru.
Keindahan-keindahan tersebut mengundang ribuan wisatawan datang ke kawasan sekitar Semeru untuk menikmati suguhan alam yang tiada duanya. Kabupaten Lumajang pun menjadi semakin dikenal luas berkat kekayaan alamnya ini.
Sebagian destinasi bahkan sudah menembus level nasional, ada pula yang berskala internasional, seperti air terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo. Begitu pula keindahan Ranu Pane, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang datang untuk mendaki maupun sekadar menikmati panorama pegunungan.
Ke depan, Lumajang diyakini akan semakin dikenal luas berkat potensi objek wisata yang dimilikinya — sebuah pengingat bahwa di balik ancaman yang sewaktu-waktu bisa datang dari Semeru, tersimpan pula anugerah yang terus menghidupi masyarakat di sekitarnya.
Tim Trobos.co










