TROBOS.CO | Empat wajah muda asal Kabupaten Lombok Barat kembali mengukir prestasi di kancah sepak bola nasional. Bersama klub Gres One United, mereka sukses membawa pulang gelar Juara Piala Soeratin U-15 Kabupaten Gresik, Jawa Timur, setelah tampil konsisten sepanjang turnamen.
Bukan sekadar juara biasa. Piala Soeratin dikenal luas sebagai salah satu ajang pembinaan usia muda paling bergengsi di Indonesia, tempat lahirnya banyak pemain yang kelak menembus level nasional. Berkat capaian ini, Gres One United kini berhak melangkah ke Putaran Seri Provinsi Piala Soeratin U-15 Jawa Timur, berhadapan dengan juara-juara dari kabupaten dan kota lain se-Jawa Timur.
Di balik trofi juara itu, ada empat nama yang lahir dan besar jauh dari Gresik. Muhammad Qinan Al Faqih, siswa SMA Negeri 1 Narmada, menjadi salah satu pilar tim. Ada juga Adrian Desta Pratama dari SMA Negeri 1 Gerung, serta Rafa Fatirurizki yang berasal dari SMA Negeri 1 Lembar.
Satu nama lagi datang dari jenjang SMP, yakni Naufal Atha Yudha, siswa SMP Negeri 2 Lingsar. Namanya justru paling banyak disebut sepanjang turnamen berlangsung, sebab ia berhasil menyabet gelar sebagai top skor kompetisi.
Keempatnya bermain dengan disiplin dan mental bertanding yang matang selama turnamen bergulir. Performa itu bukan kebetulan, melainkan hasil dari jam terbang dan pembinaan yang mereka jalani sejak usia dini di kampung halaman.
Prestasi ini menjadi semacam validasi bahwa ekosistem sepak bola usia muda di Lombok Barat tidak berjalan sia-sia. Talenta-talenta yang lahir dari sana terbukti mampu bersaing, bahkan menonjol, di kompetisi yang digelar ribuan kilometer dari rumah mereka.
Ketua Harian Narmada Football Academy (NFA), L. Ivan Rasyidi, mengaku bangga dengan capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan empat pemain ini semestinya menjadi pemantik semangat bagi pemain-pemain muda lain di Lombok Barat untuk berani bermimpi lebih jauh.
“Kami berharap anak-anak Lombok Barat tidak pernah takut bermimpi. Saat ini kami terus membangun relasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, khususnya klub-klub dan pembina sepak bola di Pulau Jawa yang merupakan salah satu kiblat sepak bola Indonesia,” ujarnya.
Bagi Ivan, kemenangan di Gresik bukan tujuan akhir. Ia menyebut pihaknya tengah berupaya memperluas jaringan agar semakin banyak talenta Lombok Barat mendapat kesempatan bermain di kompetisi yang lebih kompetitif sekaligus menambah jam terbang di luar daerah.
“Kami berharap, melalui jaringan dan kerja sama yang terus dibangun, semakin banyak talent scouting, pelatih, maupun klub profesional yang melirik pemain-pemain muda asal Lombok Barat. Dengan demikian, mereka memiliki peluang untuk melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi, baik di akademi profesional maupun klub-klub elite di Indonesia,” tutupnya.
Kisah empat pemain ini agaknya bisa jadi pengingat sederhana: bahwa keberanian merantau dan menempa diri jauh dari rumah, kerap kali menjadi jalan yang justru membawa pulang kebanggaan bagi kampung halaman.
Tim Trobos.co







