TROBOS.CO | Pagi itu Ky. Hasan Syafi’i hanya ingin mencari nafkah. Tak ada yang ia bayangkan selain pulang membawa rezeki untuk keluarga. Tapi takdir berkata lain.
Atap genting yang disangga kayu dan bambu di tempat ia bekerja tiba-tiba ambruk, menimpa tubuhnya. Kejadian itu terjadi sebelum Ramadan 1447 H, tepatnya 19 Januari 2026 dan sejak hari itu, hidup Ky. Hasan berubah sepenuhnya.
Akibat kejadian itu, Ky. Hasan Syafi’i (65) harus menjalani operasi tulang belakang. Kurang lebih tiga bulan ia keluar masuk RSUD Dr. Haryoto Lumajang untuk perawatan.
Hingga kini kondisinya masih belum stabil. Sesekali ia harus kembali dirawat inap. Untuk berpindah tempat pun, ia kini harus bergantung pada kursi roda.
Kiai kampung yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga itu kini nyaris tak lagi mampu mencari nafkah.
Di atas rasa sakit yang belum pulih, ada beban lain yang terus mengimpit pikiran Ky. Hasan tunggakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp5 juta yang pernah ia ajukan sebagai modal berdagang kain.
Pihak bank terus menagih. Sementara kondisi yang bersangkutan jelas tidak memungkinkan untuk membayar.
Istri Ky. Hasan, yang akrab dipanggil Ibu Is, hanya bisa berharap ada keringanan dari pihak bank.
“Kami mohon ada kebijakan penghapusan tunggakan,” pintanya lirih.
Di lingkungan Kelurahan Jogoyudan, nama Ky. Hasan Syafi’i bukan nama asing. Ia adalah Ketua Takmir Musala Baitussholihin yang letaknya berdampingan dengan rumahnya sendiri.
Selain itu, ia dikenal aktif mengajar mengaji anak-anak usia dini dan rutin hadir di berbagai kegiatan lingkungan.
“Biasanya Ky. Hasan selalu menjadi imam shalat maupun hajatan di selamatan lingkungan,” kata Muhammad, Ketua RW 4 Kelurahan Jogoyudan.
Kini, peran-peran itu terpaksa vakum. Ky. Hasan yang dulu selalu hadir, kini tak lagi bisa tampil. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak dua putra dan seorang putri yang masih mondok di salah satu pesantren di Lumajang.
Mendengar kondisi warganya, Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah langsung bergerak cepat. Jumat (24/4/2026) pukul 10.00 WIB, ia mendatangi kediaman Ky. Hasan di Kelurahan Jogoyudan.
Tapi rumah itu kosong. “Ky. Hasan dibawa kembali ke RSUD Haryoto karena kondisi beliau drop,” terang salah satu anggota keluarga yang ada di lokasi.
Tanpa buang waktu, Bunda Indah yang saat itu didampingi Camat Kota, Lurah Jogoyudan, petugas Dinas Sosial, dan perwakilan BAZNAS Lumajang langsung berbalik arah menuju RSUD Dr. Haryoto.
Di sana, Ky. Hasan terlihat terbaring lemas di Kamar Kenanga 07.
“Saya berdoa semoga Kyai diberikan kesembuhan yang sempurna oleh Allah,” ucap Bunda Indah dengan tulus di sisi ranjang sang kiai.
Sebelum berpamitan, Bunda Indah memerintahkan agar segera dipersiapkan kursi roda untuk membantu mobilitas Ky. Hasan selama masa pemulihannya.
Lukman Hakim









