ICMI dan MUI Lumajang Perkuat Sinergi Lindungi Generasi Muda

banner 2560316

TROBOS.CO | Upaya memperkuat peran ulama dan cendekiawan dalam menjawab persoalan masyarakat kembali dibangun di Kabupaten Lumajang. Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Lumajang dan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Lumajang bertemu di Kantor MUI Lumajang, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pandangan sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, keagamaan, kesehatan, pendidikan, hingga pembinaan generasi muda yang berkembang di tengah masyarakat.

banner 300250

Ketua Umum ICMI Kabupaten Lumajang, dr. Aliyah, Sp.THT-BKL, bersama jajaran pengurus menekankan pentingnya kolaborasi yang tidak berhenti pada obrolan semata, melainkan bisa diterjemahkan menjadi masukan dan program konkret bagi pemerintah daerah.

Salah satu perhatian yang mengemuka dalam pertemuan itu adalah pentingnya memperkuat perlindungan anak dan generasi muda dari berbagai persoalan sosial dan perilaku berisiko. ICMI dan MUI memandang persoalan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh, mulai dari jalur pendidikan, penguatan keluarga, pendekatan kesehatan, pembinaan sosial, hingga dukungan kebijakan yang berlandaskan hukum.

“Yang dibutuhkan adalah langkah yang komprehensif dan preventif. Perlindungan generasi muda harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya dari sisi moral, tetapi juga pendidikan, kesehatan, keluarga, sosial dan kebijakan publik,” ujar dr. Aliyah.

Dalam pembahasan tersebut, dinamika terkait LGBT turut menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian. MUI Kabupaten Lumajang menilai pembinaan dan pencegahan perlu dilakukan melalui mekanisme yang konstitusional serta tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Hanif, menyampaikan bahwa hasil koordinasi DP MUI Korwil V Jawa Timur juga menempatkan persoalan tersebut sebagai salah satu isu yang perlu mendapat perhatian melalui kebijakan pemerintah. Menurutnya, fatwa MUI dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merumuskan arah pembinaan masyarakat, sepanjang prosesnya tetap ditempuh sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Dorongan kami adalah agar ada landasan kebijakan yang jelas untuk memperkuat upaya pencegahan, pembinaan dan perlindungan masyarakat. Semua tentu harus dilakukan melalui mekanisme konstitusional dan sesuai sistem peraturan perundang-undangan,” ungkap Gus Hanif.

Selain isu generasi muda, pertemuan juga menyinggung soal kegiatan masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk pelaksanaan karnaval yang biasa digelar menjelang Agustus.

ICMI dan MUI berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan juga menjadi media untuk menumbuhkan nasionalisme, kreativitas, persatuan, serta semangat kebangsaan. Di sisi lain, pelaksanaannya tetap diharapkan memperhatikan norma agama, budaya, ketertiban umum, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Sekretaris DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Sarwadi, SH., MH., menegaskan bahwa pertemuan antara ICMI dan MUI memiliki nilai strategis karena mempertemukan dua unsur penting dalam kehidupan masyarakat, yakni ulama dan cendekiawan.

Menurutnya, sinergi tersebut perlu diarahkan pada kerja nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat, mencakup pembinaan keagamaan, pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga, perlindungan generasi muda, hingga penguatan wawasan kebangsaan.

“Kolaborasi ulama dan cendekiawan sangat penting untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat. Karena itu, silaturahmi ini perlu dilanjutkan menjadi kerja bersama yang nyata,” kata Gus Sarwadi.

Sebagai tindak lanjut, ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang sepakat mengagendakan audiensi dengan Bupati Lumajang, Bunda Indah Masdar. Audiensi itu diharapkan menjadi momentum untuk menyampaikan hasil pemikiran dan masukan kedua organisasi kepada pemerintah daerah, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan sosial dan keumatan di Lumajang.

Melalui sinergi antara ulama, cendekiawan, pemerintah, dan masyarakat, ICMI serta MUI berharap lahir kebijakan dan langkah pembinaan yang lebih terarah, berbasis data, sesuai hukum, serta mengedepankan kepentingan dan perlindungan masyarakat.

Pertemuan ICMI dan MUI Lumajang pun menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga, menjaga kualitas generasi muda, dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, berkarakter, serta berlandaskan nilai kebangsaan dan keagamaan.

Nugroho Dwi Atmoko

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *