Tempurung Otaknya Diangkat, Fahreza Terima Bantuan BAZNAS Lumajang

banner 2560316

TROBOS.CO | Tidak ada yang menyangka hari itu akan mengubah segalanya.

Muhammad Mufikal Fahreza remaja 17 tahun yang dikenal pendiam, lebih suka berdiam di rumah daripada keluyuran kini harus duduk di kursi dengan kondisi yang jauh dari kata pulih. Alat bantu pernapasan masih terpasang di lehernya. Tangannya belum sepenuhnya bisa digerakkan. Bicaranya pun belum lancar seperti dulu.

Sebulan lalu, siswa kelas 2 SMAN Tempeh ini mengalami kecelakaan adu depan dengan sebuah mobil di Jalan Suwandak Timur, Lumajang. Benturannya begitu keras hingga ia harus menjalani operasi tempurung otak.

Delapan Hari Koma, Separuh Tempurung Diangkat

Setelah operasi di RS Wijaya Kusuma Lumajang, Fahreza mengalami koma selama delapan hari. Dokter terpaksa mengangkat sementara separuh tempurung bagian depan otaknya sebuah tindakan medis yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya, dengan rencana dikembalikan melalui operasi ulang.

Karsidi, kakek Fahreza, menjelaskan kondisi cucunya dengan kalimat sederhana tapi berat.

“Sekarang tempurung otak bagian depan cucu saya itu gak ada. Oleh dokter saat operasi sudah diangkat,” ujarnya saat berbincang dengan tiga pimpinan BAZNAS Lumajang di rumahnya, Desa Jatirejo, Kunir, Jumat (8/5/2026).

Rumah 70 Meter, Dua Keluarga, Satu Harapan

Rumah tempat Fahreza tinggal berukuran sekitar 70 meter persegi. Di dalamnya tinggal dua pasangan keluarga. Ruang tamu tanpa kursi yang ada hanya perkakas tukang bangunan milik Slamet, ayah Fahreza, yang berserakan di sudut ruangan.

Slamet sendiri tidak ada di sana. Ia bekerja sebagai tukang bangunan di Bali, mengirimkan nafkah dari jauh sementara anaknya berjuang di rumah sakit lalu pulang dalam kondisi yang membutuhkan perhatian penuh.

“Kebutuhan keluarga digotong bersama,” kata Karsidi, menggambarkan cara mereka bertahan saling menopang di tengah keterbatasan.

Sang kakek mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk cucunya. Tapi ia tidak menyerah pada keadaan.

“Alhamdulillah, banyak orang baik yang dihadirkan Allah untuk membantu cucu saya. Termasuk BAZNAS,” ujarnya, suaranya penuh rasa syukur yang tulus.

BAZNAS: Tugas Kami Mengumpulkan dan Menyalurkan dengan Benar

Wakil Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Ustaz Suharyo, menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan kepada keluarga Fahreza berasal dari para muzaki yang menitipkan amanah mereka kepada BAZNAS untuk disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan.

“Tugas kami hanya mengumpulkan dan menyalurkan dengan benar,” ujarnya singkat, sebelum berpamitan bersama Ustaz Arif Rohman.

Sebelum pulang, Ustaz Arif Rohman memanjatkan doa untuk Fahreza semoga Allah memberikan kesembuhan yang sempurna, dan suatu hari nanti sang remaja bisa kembali duduk di bangku sekolah yang sudah lama ia tinggalkan.

Lukman Hakim

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *