Santai Saja Bung, Jangan Semua Hal Dipikir Serius!

TROBOS.CO | Hidup ini berat. Jangan ditambah beban baru sehingga terasa tambah berat lagi.

Ada kebiasaan buruk yang kita pelihara. Tanpa sadar, semua hal dipikir sehingga hidup tambah rumit. Tugas baru semakin banyak. Kepala puyeng, berbagai penyakit datang: migrain, pusing, stres, bahkan depresi.

Dari penyakit itu akhirnya beranak-pinak. Tensi naik, diabetes kambuh, datang asam urat, kolesterol, akhirnya menyerang jantung.

Tampilan fisik pun berubah. Tampak lebih cepat tua, rambut cepat putih, napas pendek dan gampang ngos-ngosan, tulang keropos, mata buram alias kabur, gigi rontok, dan penyakit lain.

Yang benar, hidup nyantai saja. Sekali lagi, jangan semua persoalan yang bukan tugasnya dipikir. Jangan ingin menjadi pahlawan untuk mengatasi semuanya.

Lawong tinggal di desa, kok yang dipikir masalah nasional. Bukan politisi tapi mikirnya politik terus. Semua itu beban yang menyita energi hidup dan tenaga kita.

Belum selesai mikir gonjang-ganjing politik, muncul persoalan lain yang tidak kalah seru. Ujung-ujungnya capek, yang dipikir tidak kunjung selesai.

Apalagi kalau mikirnya tidak runtut dan lompat-lompat. Ramadan baru dijalani, sudah mikir hari raya. Yang baju baru lah, tentang kue hari raya, dan sebagainya. Capek sendiri.

Yang enak, kurangi beban otak. Jangan semua hal diurus. Biarkan apa yang di Jakarta diurus orang ibu kota. Fokus tugas keluarga dan tugas rutin lain. Wong itu saja cukup rumit dan berat.

Biarlah presiden yang mengurus para menteri. Begitu pula soal keuangan, biar diurus Menteri Keuangan. Itu bukan ranah kita. Bahkan otak kita menilai tidak penting, bahkan bisa dianggap sampah.

Cobalah koreksi diri. Hitung berapa umur kita. Bagaimana ibadah kita. Apakah sudah tekun beragama, istiqomah beramal saleh, dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan ajaran agama.

Fokus pada tugas yang sedikit dan sempit ini yang penting tuntas. Ini langkah awal menyelamatkan diri supaya hidup menjadi tenang, damai, dan bahagia, sehingga tidak gampang sakit.

Bukankah orang sakit itu bisa disebabkan karena pola hidup, pola makan, pola pikir, dan terlalu banyak polah? Kalau begitu tidak ada pilihan lain kecuali harus istirahat. Tetapi istirahatnya bukan di rumah, melainkan di rumah sakit.

Sementara itu, kita ingin sehat, umur panjang, manfaat, dan berkah. Untuk bisa mewujudkan hal ini, biasakan kita berpikir hal yang ada di sekitar kita, jangan meluas. Semua persoalan dipikir tapi tanpa solusi.

Kita yakin bahwa kemampuan otak kita terbatas. Tak perlu menjadi pahlawan dalam segala urusan.

Asahlah jiwa dengan banyak berzikir. Janji Allah, mereka yang banyak zikir hatinya menjadi tenang.

Ambil Qur’an, baca sepuasnya. Tunaikan salat wajib dan sunnah. Perbanyak zikir. Semua mengantarkan kita menuju hidup yang pasti: hati tenang, jiwa damai, pikiran tentram, badan sehat, dan hidup beres.

Insya Allah.

Suharyo, pemerhati masalah sepele.

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *