TROBOS.CO | Di tengah derasnya arus digital yang melahirkan banyak “guru instan” dan memudarnya budaya berguru, Yayasan KARISMA bersama PC SITQON Lumajang menghadirkan Mahabbah Fest 2026 sebagai ikhtiar menghidupkan kembali tradisi sanad, adab, dan mahabbah. Mengusung tema “Merawat Sanad, Meneguhkan Mahabbah, Menguatkan Ukhuwah”, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bertemunya nilai-nilai pesantren dengan tantangan zaman.
Puncak acara berupa Haul Ausath akan digelar pada Ahad, 9 Agustus 2026, dengan rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW, Mahfil Sholawat ISHARI, Khotmil Qur’an, Manaqib, Expo UMKM, serta Semarak HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan ini diperkirakan dihadiri ikhwan, akhawat, dan simpatisan Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal dari berbagai daerah, termasuk wilayah Tapal Kuda, Surabaya Raya, dan Madura Raya, sehingga menjadi salah satu agenda syiar Islam yang dinantikan di Jawa Timur.
Ketua PC SITQON Lumajang, Ustaz Abdullah Nafik, menegaskan bahwa Mahabbah Fest bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan membangun kembali budaya belajar yang berlandaskan sanad dan akhlak.
Sementara itu, Gus UD al Jawi, Pengasuh Pesantren KARISMA Sunan Kalijaga Tempeh Lumajang sekaligus Rais PC SITQON Lumajang dan Steering Committee, mengarahkan agar kegiatan ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan, mempererat hubungan guru dan murid, serta meneguhkan nilai Islam yang ramah, berilmu, dan membangun peradaban.
Di tengah kebutuhan masyarakat akan figur teladan dan ruang pembinaan spiritual yang autentik, Mahabbah Fest 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, keberkahan sanad, dan kecintaan kepada para ulama.
Dari Lumajang, semangat mahabbah, sanad, dan ukhuwah diharapkan terus menginspirasi masyarakat lintas daerah dan lintas generasi, menjadi bukti bahwa tradisi pesantren tetap relevan menjawab tantangan zaman digital.
Tim Trobos.co





