TROBOS.CO | Nabi Muhammad Saw menganjurkan tiga macam olahraga: berenang, memanah, dan berkuda. Pertanyaannya, apa makna istimewa di dalamnya? Mari kita membahasnya.
Dari ketiga olahraga tersebut, terkandung makna membentuk otot yang kuat, fokus, sabar, dan mental yang tangguh, yang berguna baik dalam situasi peperangan maupun masa damai.
Namun, ada satu yang mungkin menimbulkan keheranan: olahraga berenang. Bukankah di Arab banyak padang pasir?
- Berenang, memanah, dan berkuda mendorong kekuatan fisik, kesiapan, dan kesehatan.
- Sabda Nabi: “Mukmin yang kuat itu baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR. Muslim).
- Memanah melatih konsentrasi dan kesabaran.
- Berkuda melatih keberanian dan kontrol diri.
- Berenang melatih ketahanan dan kepercayaan diri.
Dimungkinkan bahwa di Arab, berenang dilakukan di pesisir, oase, atau wadi (lembah sungai).
Untuk daerah tropis, ada hal menarik: saat selepas subuh, air kolam dari sumber mata air terasa hangat. Banyak orang dengan kondisi kesehatan terganggu, seperti saraf terjepit atau stroke, berupaya dengan berendam dan berenang untuk proses penyembuhan.
Asal mata air adalah dari lapisan air tanah. Di kedalaman tertentu, suhu air tanah stabil sepanjang hari, biasanya mendekati suhu rata-rata tahunan di daerah tersebut.
Contoh di pemandian Selokambang, Lumajang, temperatur air berkisar 26–28°C. Menjelang subuh, suhu udara mencapai titik terendah karena tidak ada pemanasan dari sinar matahari. Permukaan tanah terus melepaskan panas ke atmosfer, akibatnya udara terasa lebih dingin dari air tanah.
Karena suhu air tanah lebih tinggi dari suhu sekitar, kita merasakan air lebih hangat. Sebaliknya, saat siang hari udara lebih panas, air tanah terasa lebih dingin dibanding udara sekitar.
Menurut hukum fisika (Pascal dan Archimedes), berenang menghasilkan gaya apung dan tekanan merata di seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan:
- Pemijatan ringan dan gerakan saat berenang menjadikan otot lebih kuat serta saraf rileks, tidak tegang.
- Prinsip gaya apung menjadikan tubuh lebih ringan, beban tulang belakang berkurang, dan tekanan pada saraf menjadi ringan.
- Akibatnya, nyeri berkurang, otot lebih rileks, dan gerak menjadi nyaman.
- Tekanan air yang merata membantu kelancaran aliran darah dan mengurangi inflamasi ringan di jaringan sekitar saraf.
- Air hangat dapat melemaskan otot yang tegang dan kaku serta meningkatkan fleksibilitas.
Dengan demikian, berenang merupakan terapi air yang melatih otot inti (core muscles), yaitu otot punggung menjadi kuat dan tulang belakang lebih stabil, sehingga tekanan pada saraf berkurang.
Namun, hati-hati! Jika nyeri menjalar ke bagian tubuh lain, bukan bersifat lokal, apalagi disertai mati rasa, maka diperlukan pemeriksaan dokter karena sudah bukan kategori ringan.
Upaya ini berlaku untuk penyakit saraf yang sifatnya ringan dan lokal, yang tidak dirasakan menjalar ke bagian tubuh lain. Sifatnya membantu pertolongan medis, bukan menggantikannya.
Gabungan ketiga olahraga tersebut, selain untuk kesehatan, juga membentuk karakter yang terampil, trengginas, tenang, dan berani. Itulah yang dimaksud dalam makna holistik “mukmin yang kuat”—kuat lahir dan batin.
Ir. Widodo Djaelani, alumni Universitas Muhammadiyah Malang, tinggal di Griya Mangli Indah, Jember.








