Tiga Buah Istimewa Puasa Ramadan: Taqwa, Syukur, dan Kecerdasan Spiritual

TROBOS.CO | LUMAJANG – Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi memiliki buah istimewa yang membentuk kualitas pribadi seorang mukmin. Hal ini disampaikan oleh Penasehat PDM Lumajang, H. Suharyo AP, SH , dalam Tausiyah pengajian bulanan PCM Randuagung jelang buka puasa bersama di rumah Muhammad Ichwan, Ahad (22/2/2026).

Menurut Al-Qur’an, setidaknya ada tiga buah utama dari ibadah puasa Ramadan: menjadi pribadi yang bertakwa, pandai bersyukur, dan memiliki kecerdasan spiritual.

Pertama: Menjadi Pribadi yang Bertakwa

“Rumusan takwa yang disampaikan Rasulullah adalah takut kepada Allah dan takut berbuat maksiat,” jelas H. Suharyo. Puasa melatih manusia untuk senantiasa berada dalam kesadaran akan pengawasan Allah, sehingga terbentuk pribadi yang senantiasa menjaga diri dari larangan-Nya.

Kedua: Pandai Bersyukur atas Nikmat yang Tak Terhingga

Buah kedua dari puasa Ramadan adalah menjadikan seseorang pribadi yang pandai bersyukur. H. Suharyo mengingatkan bahwa nikmat Allah begitu banyak sehingga tidak mungkin dihitung satu per satu. Sikap mukmin yang benar dalam mensyukuri nikmat tersebut dilakukan dengan tiga cara:

  • Syukur dengan hati : meyakini bahwa seluruh nikmat datang dari Allah semata.

  • Syukur dengan lisan : sibuk mengucapkan Alhamdulillah atas setiap karunia.

  • Syukur dengan perbuatan : semakin bertambah usia, semakin dekat kepada Allah dengan rajin rukuk dan sujud kepada-Nya.

Ketiga: Menjadi Pribadi yang Cerdas Memahami Tujuan Hidup

Buah ketiga dari puasa Ramadan adalah menjadi pribadi yang cerdas, yaitu yang memahami untuk apa dirinya diciptakan. Tanda orang cerdas adalah mampu memahami sinyal-sinyal Allah.

Dalam Surat Az-Zariyat ayat 56 , Allah menegaskan: “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Dampak Luar Biasa Puasa Ramadan

H. Suharyo yang juga menjabat sebagai Sekretaris ICMI Orda Lumajang menambahkan bahwa puasa Ramadan memiliki dampak luar biasa dalam kehidupan sosial, di antaranya:

  • Melatih hidup sabar dalam menghadapi berbagai ujian.

  • Menumbuhkan empati terhadap sesama yang kekurangan.

  • Membangun kedisiplinan waktu dan perilaku.

  • Memperkuat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah.

Dengan memahami hakikat dan buah dari puasa, diharapkan setiap muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kesadaran, sehingga meraih predikat takwa dan mendapatkan keberkahan yang melimpah.

TROBOS.CO/Endang Nurhayati

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *