TROBOS.CO | LUMAJANG – Orang puasa boleh berolahraga, asal cara dan waktunya tepat. Orang beriman harus kuat, dan agar sehat serta kuat perlu berolahraga. Hal itu disampaikan dr. Utomo Atmojo, Sp.KK., FINSDV, dalam dialog jelang berbuka puasa di Masjid Salman Al Farisi, Jalan Kapuas 5, Lumajang, Sabtu (21/2/2026).
Islam Agama Perjuangan, Bukan untuk Bermalas-malasan
Dokter spesialis kulit dan kelamin ini menjelaskan bahwa Islam adalah agama perjuangan, di antaranya menjadi da’i atau juru dakwah. “Beragama bukan leha-leha,” tegasnya.
Ia mengutip sebuah hadits: “Orang mukmin yang kuat itu baik dan lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah.”
Untuk menjadi mukmin yang kuat, harus sehat. Dan agar sehat, menurut dr. Utomo, harus berolahraga, walaupun dalam keadaan berpuasa.
Manfaat Olahraga Saat Puasa
Dokter Utomo memaparkan sejumlah manfaat olahraga saat berpuasa:
- Mengurangi stres – Orang berpuasa secara psikis dapat mengurangi stres, dan olahraga menurunkan hormon kortisol.
- Meningkatkan hormon endorfin – Olahraga membuat hormon endorfin membaik, sehingga perasaan lebih bahagia.
- Meningkatkan kebugaran – Badan menjadi lebih fit dan tambah bugar.
- Meningkatkan kognitif dan konsentrasi – Olahraga juga membuat detoksifikasi tubuh lancar.
Puasa Bukan Alasan untuk Mager
Ia mengingatkan bahwa puasa bukan berarti malas gerak (mager), lemas, dan berhenti berolahraga. “Bukan itu semua,” tegasnya.
Faktanya, dengan olahraga badan menjadi lebih fit dan tambah bugar. Syaratnya, cara dan waktunya tepat.
Olahraga yang Tepat dan Waktu yang Aman
Adapun olahraga yang tepat bagi orang puasa antara lain:
- Jalan cepat dengan jarak dekat
- Bersepeda santai
- Jogging ringan
Tentang waktu yang tepat, dr. Utomo menyarankan:
- Menjelang magrib, 30-60 menit sebelum berbuka (waktu paling ideal)
- Setelah berbuka (setelah makan ringan)
- Sebelum sahur
Tips olahraga yang aman: hindari waktu siang hari. Lakukan 1-2 jam jelang buka agar tubuh tidak kelelahan dan tetap terhidrasi.
Tim TROBOS.CO








