TROBOS.CO | Kisah menarik. Seorang kakek nazak begitu lama. Terkesan tidak wajar. Sampai-sampai ada yang bertanya, ada apa gerangan, mungkin ada yang salah?
Barangkali si kakek punya hutang. Ditanyakanlah kepada nenek, istrinya. Apa kakek punya hutang kepada nenek?
Si nenek menjawab iya, betul. “Hingga hari ini kakek belum membayar mahar, masih diutang,” jawabnya.
Maka tangan kakek dipegangkan pada tangan nenek sambil berjanji. “Saya siap menerima mahar apapun bentuknya dan berapapun nilainya.”
Si kakek setuju. Akhirnya memberikan sesuatu seadanya. Dalam waktu sekejap dia pun meninggal dunia.
Dari kisah anonim ini bisa kita ambil maknanya. Bahwa hutang harus segera dibayar. Sebab hal itu bisa menyulitkan kematian seseorang.
Evaluasi Diri: Masih Adakah Hutang?
Perlu kita evaluasi diri. Apakah kita masih punya hutang kepada orang lain? Maka segeralah melunasinya.
Dalam ajaran Islam, ada beberapa hal yang harus disegerakan. Tidak boleh menunda-nunda. Selain bayar hutang, juga memberangkatkan jenazah.
Memberangkatkan jenazah ke pemakaman harus segera dilakukan. Kewajiban yang hidup terhadap jenazah: mensucikan, mengkafani, menyalati, dan memberangkatkan ke pemakaman.
Hal-Hal Sunah yang Harus Disegerakan
Yang sifatnya sunnah, yang harus disegerakan adalah berbuka puasa. Bagi remaja yang sudah mampu berkeluarga, segera dinikahkan. Begitu pula ketika mendengar kumandang adzan, segeralah berangkat ke masjid atau mushola.
Khusus panggilan adzan ini, ada penjelasan. Besok dalam antrian panjang di depan pintu surga, Malaikat Ridwan tidak memanggil si Fulan yang lama antre. Sementara orang-orang yang ada di belakang dipanggilnya untuk masuk.
Fulan tadi protes kepada malaikat, “Mengapa saya tidak dipanggil sementara orang-orang di belakang saya sudah banyak yang masuk?”
Malaikat Ridwan menjelaskan, “Itulah buah dari kebiasaanmu dulu ketika mendengar adzan tetapi tidak segera datang ke tempat sujud.”
Panggilan Terpenting: Ibu dan Ayah
Ada yang paling penting yang harus disegerakan, yaitu ketika dipanggil oleh ibu, termasuk di dalamnya ayah. Kita harus segera memenuhi panggilan mereka.
Jangan sampai ibu kita marah gara-gara kita lemot. Karena kemarin itu juga menyebabkan marahnya Allah kepada kita. Maka bersegeralah memenuhi panggilannya.
Suharyo, terinspirasi ceramah kuliah subuh Ustad Yusuf Wibisono di masjid Panglima Sudirman.







