TROBOS.CO | Pada jenjang yang lebih tinggi dari Akademi Dakwah Indonesia (ADI) , Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir sebagai pusat kaderisasi dai profesional. STID menerapkan kurikulum berbasis tauhid dan integrasi ilmu-amal, dengan fokus utama pada pengkaderan dai untuk wilayah pedalaman dan minoritas.
Dengan kurikulum sarjana (S1) serta program beasiswa penuh, STID telah meluluskan ribuan alumni yang 75% di antaranya berdakwah di daerah minoritas dan pedalaman—sesuai dengan moto “Selamatkan dan Bangun Indonesia melalui Dakwah”.
Kurikulum Integratif: Tiga Program Studi Unggulan
Kurikulum STID mengintegrasikan ilmu agama, kependidikan, dan pemberdayaan masyarakat, yang terbagi dalam tiga program studi:
-
Manajemen Dakwah – fokus pada tata kelola lembaga dakwah.
-
Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) – fokus pada penyiaran pesan dakwah di era digital.
-
Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) – fokus pada pemberdayaan komunitas berbasis nilai Islam.
Jaringan Kampus Kaderisasi Dai di Seluruh Indonesia
Saat ini terdapat lima kampus kaderisasi dai besutan Dewan Dakwah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia:
| No | Nama Kampus | Lokasi |
|---|---|---|
| 1 | STID Mohammad Natsir | Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat |
| 2 | STID Al Hadid | Surabaya, Jawa Timur |
| 3 | STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny | Kediri, Lombok Barat, NTB |
| 4 | STID Sirnarasa | Ciamis, Jawa Barat |
| 5 | STID Al-Biruni | Banten |
Sejarah Panjang Kaderisasi Dai Dewan Dakwah
Sejarah STID dimulai dari program kaderisasi dai selama 3-6 bulan di Pesantren Darul Falah, Bogor. Program ini kemudian berkembang menjadi Akademi Bahasa Arab (AKBAR) , lalu bertransformasi menjadi Lembaga Pendidikan Dakwah Islam (LPDI) pada tahun 1986.
STID resmi berdiri pada 11 Agustus 1999, menjadi pusat kaderisasi dai dan pemimpin masyarakat dengan tekad yang kuat: “Selamatkan dan Bangun Indonesia melalui Dakwah” .
Sistem Pendidikan: Beasiswa Penuh, Asrama, dan Pengabdian Masyarakat
Penyelenggaraan pendidikan di ADI maupun STID dilaksanakan dengan sistem:
-
Beasiswa penuh untuk seluruh mahasiswa.
-
Berbasis asrama (boarding) untuk pembinaan karakter intensif.
-
Wajib mengikuti pengabdian masyarakat dan berdakwah di daerah TPM (Terpencil, Pedalaman, Minoritas) .
Capaian dan Alumni hingga 2025
Hingga 25 tahun usianya pada Agustus 2024, STID telah meluluskan ribuan dai sarjana dakwah yang tersebar di seluruh tanah air. Sejumlah 1.083 alumni di antaranya dilepas oleh STID M. Natsir Bekasi. Dari jumlah tersebut:
-
69% tergabung dalam struktur DDII
-
31% berdakwah secara mandiri
Pada periode kaderisasi tahun 2025, STID kembali meluluskan puluhan dai-daiyah:
-
STID Mohammad Natsir Bekasi mewisuda 139 dai-daiyah
-
STID Al Hadid Surabaya mewisuda 210 dai-daiyah
Kontribusi Nyata bagi Dakwah di Indonesia
Keberadaan STID dan jaringan kampus dakwah Dewan Dakwah menjadi bukti nyata komitmen dalam mencetak dai yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga siap diterjunkan di wilayah-wilayah yang membutuhkan sentuhan dakwah. Dengan fokus pada daerah terpencil, pedalaman, dan minoritas, para alumni STID menjadi garda terdepan dalam menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Tim TROBOS.CO








