“Saya Senang Berbagi”: Kisah Drs. Urip, Pensiunan yang Sibuk Bertani dan Bersedekah

TROBOS.CO, LUMAJANG – Masa pensiun sering dianggap sebagai akhir dari produktivitas. Namun, tidak bagi Drs. Urip, seorang pensiunan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang. Baginya, pensiun adalah babak baru untuk tetap aktif, bermanfaat, dan berbagi kebahagiaan melalui kegiatan sosial dan bertani.

Setelah purna tugas, Urip memilih untuk tidak berdiam diri. Hari-harinya justru diisi dengan segudang aktivitas yang positif. Ia aktif sebagai pengurus koperasi guru, Ketua Paguyuban Alumni SPG Negeri Lumajang Angkatan 1982, dan pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Lumajang.

banner 1280x716

“Saya senang aktif kegiatan sosial agar tetap berbaur dengan teman dan bermanfaat untuk orang lain,” ujar Urip di sela-sela menerima tamu di rumahnya di Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Lumajang.

Drs. Urip di teras rumahnya yang selalu terbuka untuk para tamu. Rumahnya di Desa Karang Bendo menjadi saksi bisu silaturahmi dan kebiasaannya yang gemar berbagi.

Selain sibuk bersosialisasi, ada satu aktivitas yang tidak pernah ia tinggalkan: bertani. Setiap pagi, mantan guru SLB, dosen, dan pengawas ini menyambangi lahannya untuk menggarap sawah. Kesibukannya di ladang membuatnya sering tidak bisa mengangkat telepon di pagi hari.

“Kalau Anda menelpon beliau pagi hari, jangan harap diangkat. Pasti sedang ada di sawah,” ujar seorang rekan mengenalnya.

Yang membuat kisah Urip istimewa bukan hanya kesibukannya, tapi semangat berbaginya. Setiap panen tiba, ia tidak menikmati hasilnya sendiri. Ia rutin mengundang dan membagikan hasil panennya kepada teman-teman dan para kerabat.

Seperti pada Kamis (19/11/2025) lalu, Urip kedatangan tamu istimewa, di antaranya Sodiq Syarief (Dosen UI Jember, Eks-Wartawan Jawa Pos, dan Wakil Ketua ICMI Lumajang), Atim Afiyanto (Eks Guru Depag), Junaedi Yahya (Eks Karyawan PDAM), dan Huzaini Abdillah (Sekretaris Dewan Dakwah).

Para tamu tidak hanya disambut dengan ramah, tetapi langsung diajak ke sawah untuk memanen ketela pohon bersama. Usai memanen, mereka menikmati hangatnya ketela goreng dan obrolan santai di rumah Urip. Sebelum pulang, setiap tamu pun pulang membawa oleh-oleh satu kresek penuh ketela pohon sebagai bentuk perhatian tuan rumah.

“Saya senang berbagi hasil tani kepada teman-teman,” kata Urip dengan senyum sederhana. Kebahagiaan serupa juga telah dirasakan belasan alumni SPG Negeri Lumajang yang sebelumnya mendapat jatah hasil panen serupa.

Drs. Urip adalah bukti nyata bahwa masa pensiun bisa diisi dengan cara yang membahagiakan dan penuh makna. Melalui ketekunannya bertani dan kedermawanannya dalam berbagi, ia tidak hanya menjaga kesehatan fisik dan sosial, tetapi juga menebar kebaikan yang menginspirasi banyak orang.

Kisahnya menjadi teladan berharga bagi para pensiunan lainnya untuk tetap produktif dan menjadi sumber manfaat di lingkungan sekitar.

Oleh: Junedi Yahya

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *