Profil Unik Surasono Rashar Akbar: Pengarang Novel ‘Satria Piningit Mencari Allah’ dan Kisah Perjalanan Spiritualnya

TROBOS.CO | LAMONGAN – Nama Surasono Rashar Akbar mungkin tidak asing bagi pecinta sastra religius Indonesia. Dia adalah pengarang di balik novel “Satria Piningit Mencari Allah”, sebuah karya yang digali dari perjalanan spiritual panjangnya. Hingga kini, di tengah keterbatasan kesehatan, pria ini tetap aktif melakukan perjalanan jauh ratusan kilometer untuk terus mengikuti panggilan jiwanya.

“Sangat berat ujian manusia menuju kaffah itu. Banyak hal yang harus ditaklukkan. Selain sabar dan tabah dalam menjalani hidup, puasa turut mengiringinya,” ujar Surasono, yang baru saja menjalani operasi mata sebelah kanan beberapa bulan lalu, seperti dikutip penulis Ali Surakhman.

banner 1280x716

Yang menarik dari sosok Surasono adalah fenomena-fenomena unik yang menyertai perjalanannya. Banyak orang tak percaya, tetapi ia mengaku sering mengalami kejadian di mana barang yang tertinggal di suatu tempat kembali dengan sendirinya kepadanya di tempat yang berbeda.

“Ini terbukti ketika sabun yang ditinggalkan di sebuah tempat di Jember, tiba-tiba sabun tersebut sudah kembali di dalam tasnya ketika akan mandi di Ranu Bedali, Lumajang,” tulis Ali dalam profilnya.

Operasi mata yang dijalaninya tidak menyurutkan semangatnya. Justru, kondisi tersebut membuatnya lebih sering bepergian, selain untuk urusan seni budaya, juga untuk rutin mengontrol kesehatan matanya ke rumah sakit di Surabaya dan kota terdekat seminggu sekali.

Perjalanan jauh yang dilakoninya—sering kali tanpa diketahui banyak orang—adalah bagian dari proses pencarian dan pendalaman spiritual yang menjadi napas bagi karya-karyanya.

Profil ini ditutup dengan doa dan harapan. “Semoga Sang Pengarang ini makin eksis dan kesehatannya makin terjamin.”

Surasono Rashar Akbar tetap menjadi sosok yang menarik: seorang pengarang yang tidak hanya menulis tentang pencarian Tuhan, tetapi juga menghidupi proses pencarian itu sendiri dalam setiap langkah perjalanan hidupnya, diiringi keyakinan akan keajaiban-keajaiban kecil di sepanjang jalan.

Penulis: Ali Surakhman

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *