TROBOS.CO | LAMONGAN – Kabar duka datang dari dunia persilatan. KH Achmad Kasuwi Thorief, MA, P.Br., seorang pendekar besar dan tokoh sentral Tapak Suci, menghembuskan napas terakhirnya di Lamongan, Selasa (17/11/2025) sekitar pukul 22.30 WIB. Almarhum mengembuskan nafas terakhir di kampung halamannya di Desa Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.
Sosok yang akrab disapa dengan sebutan Mbah Kasuwi ini dikenal sebagai figur pendekar yang penuh perhatian, rendah hati, dan sangat berwibawa. Sepanjang hidupnya, ia berdedikasi penuh dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran dan akhlak luhur melalui ajaran silat dan dakwah.
Semangatnya dalam membina kader-kader Tapak Suci tidak perlu dipertanyakan lagi. Dalam setiap kesempatan, baik di acara resmi organisasi maupun dalam ceramah-ceramahnya, Almarhum selalu menanamkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan ketakwaan kepada para murid dan sesama pendekar.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Abah Kyai Kasuwi,” tulis Ali Surahman dalam ungkapan duka citanya, mewakili rasa kehilangan yang mendalam dari seluruh keluarga besar Tapak Suci.
Menjelang wafatnya, Mbah Kasuwi masih aktif melakukan pembinaan. Baru pada awal bulan November ini, tepatnya tanggal 7 hingga 9 November, beliau masih beraktivitas di Lumajang untuk acara Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Kader Se-Jawa Timur yang digelar di SMK Mulu Lumajang. Dalam kesempatan itu, ia bahkan masih terlihat aktif menguji dan mewawancarai salah satu kader, Prof. Dr. K.H. Nurbani Yusuf.
Usai dari Lumajang, perjalanan dakwahnya berlanjut ke Banjarmasin sebelum akhirnya kembali ke Lamongan dan berpulang untuk selamanya.
Kabar meninggalnya sang pendekar ini pun menjadi kejutan yang mendalam bagi banyak pihak. Berita duka ini pertama kali diketahui banyak orang melalui pesan singkat yang beredar dini hari, salah satunya dari Abah Dr. H. Sukarno, M.Si, P.Br.
Kepergian KH Achmad Kasuwi Thorief adalah kehilangan yang besar bagi dunia persilatan dan umat. Namun, semangat, teladan, dan ajaran-ajaran luhurnya akan terus hidup dalam sanubari setiap kader Tapak Suci dan orang-orang yang pernah mengenalnya. (Ali Surahman)







