SMA Muhi Salurkan Bantuan Rp 146 Juta dalam Social Worker 2026

TROBOS.CO | YOGYAKARTA – Kepedulian sosial kembali diwujudkan dalam aksi nyata. SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta menyalurkan bantuan sebesar Rp 146 juta melalui kegiatan Social Worker, Rabu (4/2/2026).

Program tahunan ini melibatkan seluruh murid kelas XI yang diterjunkan langsung ke 12 SD Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Sleman dan Kulon Progo. Setiap kelas bertanggung jawab mendampingi satu sekolah dasar, memastikan bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing.

banner 1142x1600

“Kegiatan ini adalah bentuk pembelajaran berbasis pengabdian. Siswa tak hanya belajar teori, tetapi praktik langsung di masyarakat,” ujar Kepala Sekolah SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd.

Pendanaan sebesar Rp 146 juta ini bersumber dari sinergi yang kuat. Ada kontribusi dari sekolah, iuran siswa, dukungan orang tua, serta partisipasi sponsor yang peduli terhadap pendidikan.

Menurut Herynugroho, kolaborasi ini membuktikan kerja sama solid antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. “Ini kunci utama pendidikan karakter. Pembentukan sikap dan kepedulian sosial membutuhkan contoh nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Kehadiran ratusan siswa SMA Muhi di sekolah dasar pun disambut hangat. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga persyarikatan Muhammadiyah terasa begitu kental sejak kegiatan dimulai.

Aksi Social Worker ini dirancang lebih dari sekadar menyalurkan bantuan. Para siswa terlibat dalam interaksi edukatif penuh makna bersama adik-adik SD.

Bantuan yang disalurkan disesuaikan kebutuhan, meliputi alat tulis, buku bacaan, perlengkapan kebersihan, dan sarana penunjang pembelajaran lainnya. Namun, yang tak kalah penting adalah kegiatan pendampingan.

“Mereka mengadakan permainan edukatif untuk melatih kerja sama dan kreativitas. Tujuannya, membangun motivasi belajar dengan cara yang menyenangkan,” jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Edo Lestari, M.Psi.

Kegiatan Social Worker merupakan program wajib bagi seluruh siswa kelas XI. Edo menegaskan, program ini adalah bagian integral dari pembinaan kesiswaan untuk membentuk karakter siswa secara utuh.

Di sini, siswa dilatih kepekaan sosial, jiwa kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim. Teori experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman menjadi landasannya.

“Nilai empati, peduli, dan tanggung jawab harus dialami, bukan hanya dihafal. Dengan terjun langsung, pemahaman mereka jadi lebih mendalam,” tambah Edo.

Ia berharap, pengalaman ini memberi dampak berkelanjutan. Tak hanya cerdas secara akademik, siswa SMA Muhi diharapkan tumbuh dengan akhlak mulia dan semangat pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

Yusron Ardi Darmawan

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *