Pembelajaran Mendalam di Lumajang: Kolaborasi Dindikbud dan INOVASI

TROBOS.CO | Jakarta – Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjalin kemitraan strategis dengan program INOVASI (Australia Indonesia Partnership) untuk menerapkan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam di tingkat Sekolah Dasar. Kerja sama ini sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kompetensi.

Pelatihan Training of Trainers (TOT) digelar pada 5–7 November 2025 di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa provinsi, termasuk Jawa Timur yang diwakili oleh Kabupaten Lumajang dan Tuban.

banner 1280x716

Pembelajaran mendalam bukan sekadar kurikulum, melainkan pendekatan yang menekankan pada pemahaman konseptual, kemampuan analitis, dan refleksi kritis. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami proses belajar dan mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata.

Foto bersama oleh Peserta Lumajang dan Tuban

“Tujuan pembelajaran harus jelas sejak awal, diperkuat dengan kriteria kesuksesan, dan ditutup dengan umpan balik yang terukur,” jelas Andreas, salah satu narasumber pelatihan yang juga penulis modul Kurikulum Merdeka.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan delapan materi inti:

  1. Pengantar dan alur TOT
  2. Pola pikir bertumbuh (growth mindset)
  3. Konsep pembelajaran mendalam
  4. Asesmen pembelajaran
  5. Desain pembelajaran dan review RPP
  6. Kepemimpinan kepala sekolah
  7. Mekanisme pendampingan
  8. Rencana tindak lanjut (RTL)

Peserta dari Lumajang terdiri dari unsur pengawas, guru, dan kepala sekolah yang akan menjadi fasilitator daerah. Mereka diharapkan dapat mendampingi rekan sejawat di gugus sekolah wilayah Randuagung dan Tempeh. Salah satu sesi menarik dalam pelatihan adalah refleksi yang dibawakan Andreas. Ia menekankan pentingnya tiga tahap dalam pembelajaran:

  1. Tujuan Pembelajaran yang Jelas – Sebagai kompas bagi siswa.
  2. Kriteria Kesuksesan yang Terukur – Sebagai panduan tahapan berpikir.
  3. Umpan Balik dan Refleksi – Untuk mengevaluasi proses belajar.

“Anak-anak tidak hanya tahu apa yang dipelajari, tapi juga bagaimana mereka belajar,” tutur Andreas. Selain Jawa Timur, provinsi lain seperti Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat juga turut serta. Kolaborasi ini memungkinkan pertukaran pengalaman dan praktik baik antar daerah.

Budi Setiawan, koordinator INOVASI Jawa Timur, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan mutu pendidikan dasar, terutama dalam menyiapkan guru dan tenaga kependidikan menghadapi tantangan pembelajaran abad 21.

Usai TOT, peserta akan melaksanakan kegiatan *IN-1* di daerah masing-masing. Mereka akan mendesain pendampingan berjenjang untuk guru-guru SD di wilayah sasaran. Dukungan dari INOVASI akan terus diberikan melalui pendampingan teknis dan pertemuan evaluasi berkala.

Kerja sama Dindikbud Lumajang dengan INOVASI menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam transformasi pendidikan. Dengan pendekatan pembelajaran mendalam, diharapkan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

“Pendidikan yang bermakna lahir dari guru yang terus belajar,” pungkas Jupri, S.Pd., M.Pd., salah satu peserta yang juga kontributor Suara PGRI Lumajang.

JUPRI, S.Pd.M.Pd

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *