TROBOS.CO | Uswah dan qudwah kita, Nabi Muhammad SAW. Itu harga mati. Beliaulah pemberi syafaat kepada kita kelak.
Agar lebih mencintai beliau sebagai uswah, harus kita pelajari sisi kehidupan sehari-hari dari beliau. Apa saja yang perlu kita tiru dalam kehidupan ini?
Dari berbagai referensi, ada minimal 7 kebiasaan Nabi sehari-hari.
Pertama, nabi menjaga salat malamnya. Seolah-olah wajib bagi diri beliau tapi tidak untuk umatnya.
Kedua, nabi biasa tadabur Quran. Yaitu merenung kandungan Al-Quran sebagai guidance of life. Dengan merenungi kandungan Qur’an, kita semakin mencintainya dan terdorong mengamalkan sesuai dengan petunjuk-Nya.
Ketiga, nabi punya kebiasaan salat subuh berjamaah. Tentu saja bukan hanya salat subuh, tetapi semua salat lima waktu dilaksanakan dengan berjamaah di masjid.
Keempat, nabi setiap pagi selalu melaksanakan salat Dhuha. Untuk beliau sebanyak 8 rakaat. Sedangkan umatnya boleh 2, 4, 6, dan 8 rakaat.
Sholat Dhuha memohon kepada Allah diberikan rezeki yang baik dan halal serta banyak. Tetapi rezeki tidak dipersempit hanya urusan harta. Rizki yang kita mohon kepada Allah bisa berupa kesehatan, kesuksesan, kuatnya iman, kemampuan beramal saleh, dan hal positif lain.
Kelima, nabi selalu bertanya: “Hari ini saya akan berbuat baik apa kepada orang lain?” Hal ini untuk mendorong dan membiasakan diri penuh kesadaran dalam melakukan kebaikan.
Keenam, nabi selalu menjaga wudhunya. Kalau batal, wudhu lagi. Batal, wudhu lagi. Begitu seterusnya agar terjaga kesucian lahir batin.
Ketujuh, nabi menjaga koneknya hati beliau dengan Allah. Tidak sedetik pun terputus sehingga Allah menjaga dan membimbing beliau, bahkan memproteksinya dari hal-hal yang tidak baik dan dorongan yang melenceng dari iman.
Itulah tujuh kebiasaan Rasulullah yang perlu kita tiru sebagai umat beliau.
Dengan membiasakan diri secara istiqomah hal-hal yang dilakukan beliau, kita akan termasuk golongan orang yang cinta, nabi pun cinta kepada kita. Kelak nabi memberi syafaat di akhirat.
Suharyo, pemerhati masalah sepele. Disampaikan dalam kuliah subuh Masjid Panglima Sudirman, Lumajang.








