TROBOS.CO | Siapa yang tidak ingin menjadi orang baik dan dicintai Allah? Dalam QS Ali Imran ayat 133-134, Allah SWT secara tegas menyebutkan ciri-ciri hamba-Nya yang berbuat baik dan berhak mendapat cinta-Nya.
“Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (muhsinin),” firman-Nya di ujung ayat 134. Lalu, seperti apa tanda-tanda orang baik (muhsin) tersebut?
KH Dr. Ridwan Arifin, M.Pd.I, Khotib Masjid Polda Jawa Timur “Arif Nurul Huda”, memaparkan tafsirannya di hadapan ratusan jamaah pada Jumat (6/2/2016). Menurutnya, setidaknya ada tiga tanda utama yang disebutkan dalam ayat tersebut.
1. Suka Berinfak, Bukan Hanya untuk yang Kaya
Tanda pertama adalah suka berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Namun, KH Ridwan Arifin menawarkan pemaknaan yang lebih luas.
“Saya lebih setuju diartikan: suka berkontribusi dalam kehidupan,” jelasnya. Sebab, jika hanya dimaknai sebagai pemberian materi, maka seolah-olah hanya orang kaya saja yang bisa menjadi orang baik.
“Yang dimaksud berkontribusi bukan sekadar memberi materi. Tetapi juga pikiran, tenaga, waktu, dan kesempatan yang kita miliki,” tegasnya. Dengan demikian, siapapun bisa menjadi muhsin sesuai kapasitasnya.
2. Mampu Menahan Amarah
Tanda kedua dari orang baik adalah kemampuan untuk menahan amarah. Ini adalah ujian karakter yang sesungguhnya. Bukan berarti tidak pernah marah, tetapi mampu mengendalikannya dan tidak melampiaskannya secara membabi buta.
Kesabaran dalam meredam gejolak emosi ini adalah cerminan kekuatan iman dan kedewasaan spiritual.
3. Suka Memaafkan Sesama
Tanda ketiga yang tak kalah penting adalah suka memaafkan. Setelah mampu menahan amarah, langkah selanjutnya adalah melepaskan dendam dan memberi maaf.
Memaafkan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan hati yang membersihkan diri dari belenggu kebencian. Ini adalah akhlak yang sangat dicintai Allah.
Selain tiga tanda utama dari QS Ali Imran tersebut, KH Ridwan Arifin juga menyampaikan pendapat ulama tentang indikasi kebaikan lainnya.
“Derajat seseorang dianggap baik walaupun ilmu dan amalnya tidak banyak, tandanya adalah: orangnya sabar, tawadhu’ (rendah hati), dermawan, dan huluquhul huluq (berakhlak baik),” tambahnya.
Kombinasi antara tanda-tanda dalam Al-Qur’an dan sikap hidup sehari-hari ini membentuk profil manusia paripurna yang tidak hanya baik di mata manusia, tetapi terutama di hadapan Allah SWT.
Menjadi orang baik, dengan demikian, adalah pilihan dan perjuangan sehari-hari. Dimulai dari niat tulus untuk berkontribusi, dilanjutkan dengan pengendalian diri, dan diakhiri dengan kemurahan hati untuk memaafkan.
SAP/TROBOS.CO





