Sedikit Perenungan Tentang Rumah Tinggal Ideal (1)

TROBOS.CO | Memiliki rumah yang indah dan nyaman adalah harapan setiap insan, mulai dari anak usia dini, remaja, hingga dewasa dan manula, semua kita sesuai perkembangan imajinasi tentang ruang tempat berteduh keluarga, selalu menginginkan adanya sarana dan prasarana dengan suasana yang enak, aman dan menyenangkan bagi semua anggota keluarga.

Bagi anak-anak kalau kita tanyakan kepada mereka, mayoritas menginginkan ruang bermain yang luas, sarana permainan yang banyak dsb.; bagi remaja beda lagi, kebanyakan mereka lebih membutuhkan ruang yang lengkap dan semi privasi, bisa ngumpul bersama kawan-kawan sepantaran sambil sendau gurau, berdiskusi dan berekspresi; meningkat usia menjelang dewasa masa pancaroba, seringkali pada umur-umur antara 15-19th adalah masa pencarian jati diri, mereka kebanyakan lebih suka ruangan yang tenang dan privasi; lain lagi ketika masuk usia dewasa, imajinasi masing-masing anak yang sudah menemukan jati diri berbeda beda sesuai bakat kompetensinya; demikian pula dengan orang-tua, ayah dan ibu masing-masing membutuhkan ruang-ruang berbeda untuk menfasilitasi aktivitas masing-masing.

banner 1142x1600

Maka di dalam satu keluarga idealnya dibutuhkan beberapa kamar yang relatif luas-luas, ada taman bermain, terdapat ruang perpustakaan, ada studio khusus, ada ruang makan tersendiri, terdapat ruang keluarga untuk berkumpul bersama, mushalla, terdapat ruang tamu dan juga ruang tidur ekstra untuk sesekali tamu bermalam, terdapat kamar pembantu, kamar tidur sopir, di mana juga disiapkan masing-masing kamar tidur lengkap dengan KM/WC dsb, ada garasi untuk beberapa buah mobil, dst. Bila perlu juga dibuatkan kolam renang dan jogging track tertutup agar bisa berolah raga dan renang tanpa terlihat aurat sebagaimana kalau di tempat umum, dlst. Maka yang sering kita jumpai adalah rumah-rumah besar dan megah bertingkat dengan design arsitektural yang indah,dalam areal berpagar dinding keliling dengan pintu gerbang yang dijaga satpam – yang biasanya pemiliknya adalah pejabat tinggi atau pengusaha sukses, atau setidaknya angan-angan kita seandainya dikaruniai kemampuan serupa, kitapun juga ingin mewujudkan surga tersebut dalam kehidupan fana ini. Tapi tunggu dulu, apakah persepsi tentang konsep ‘ideal’ tersebut sudah benar sesuai harapan ?

Sedangkan realita kehidupan kita sesuai fitrah adalah mengalami proses tumbuh kembang dan berubah selaras pergantian waktu, anak-anak akan berangsur meninggakan masa bermainnya – sehingga ruang bermain mereka akan kosong, yang remaja sudah menjelang dewasa dan seringkali memilih kuliah di luar kota atau di luar negeri, maka kamar-kamar tidur mereka pun berangsur satu-persatu ditinggalkan, ayah yang semakin sibuk bekerja mencari nafkah dalam rangka mencukupi kebutuhan yang makin meningkat serta dorongan karir dsb akan makin kehilangan waktu untuk saling berinteraksi bercengkrama, sehingga ruang keluarga jadi lengang sepi, apatah lagi lantai atas yang harus naik tangga, begitu pula dengan halaman luas, kolam renang, kebun bunga dsb meski sangat indah terawatt – andai ada, karena  sudah setiap hari tersaji di depan mata pun akan berangsur-angsur terkesan      biasa dan membosankan,sehingga tak lagi

termanfaatkan alias mubadzir belaka – kemubadziran yang mahal, karena di dalamnya terdapat konsekwensi biaya operasional, maintenance rutin dan seterusnya.

Maka tidak jarang kita temukan di kompleks-kompleks-pemukiman elite rumah-rumah mewah yang bak istana megah namun sunyi senyap dingin beku, antar tetagga tidak saling mengenal, bahkan antar penghuni rumah dalam satu keluarga juga saling acuh satu sama lain, sibuk dengan aktifitas privasi kesendirian, seringkali juga tenggelam dalam aktifitas virtual masing-masing..

Pada kondisi berbeda, terdapat juga lingkungan kumuh dengan rumah-rumah berdesakan, sanitasi tak terpedulikan, udara pengap, anak-anak tumbuh di antara riuh rendah kesibukan ortunya mengais nafkah yang tak berujung waktu untuk sekedar melepas lelah, padahal sejak mula cita-cita mereka adalah hidup mulai sebagaimana keluarga yang samawa…

Sampai di sini pertanyaan mendasarnya, apakah kesemua upaya dalam mewujudkan rumah ideal tersebut sudah berhasil mencapai harapan ??

MELALUI artikel sederhna ini, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengangkat ke permukaan tentang beragam harapan ideal rumah tinggal BAITI JANNATI – rumahku surgaku, ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari aspek fisik bangunan, dari rumah sederhana yang sesuai standar minimal  tehnis non tehnis, hingga  istana megah yang sesuai angan-angan masing-masing kita, terutama bagi penulis sendiri yang naïf, di kesempatan sisa usia, dalam bentuk rembug interaktif – di forum terhormat kita bersama @trobos.co ini. Insya  Allah

Ezet Muttaqin, Praktisi Bangunan dan Pemerhati Lingkungan.

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *