TROBOS.CO – Dalam helaan nafas peradaban, coba kita renungkan sejenak: Bagaimana jadinya jika Muhammadiyah tak pernah ada?
Mungkin, lembaga pendidikan Islam masih terperangkap dalam dikotomi semu: beriman atau berilmu? Sekolah-sekolah Islam mungkin masih tertatih, kesulitan mengejar perubahan zaman yang kian deras. Umat mungkin masih terjebak dalam belenggu keterbelakangan, terpisah dari kemajuan.
Namun sejarah mencatat lain. KH Ahmad Dahlan hadir membawa obor perubahan di tengah kegelapan. Dengan visi yang jernih, beliau menanamkan ajaran mendasar: beriman dan berilmu adalah dua sayap yang harus mengepak bersamaan. Iman tanpa ilmu akan pincang, ilmu tanpa iman akan tersesat.
Langkah revolusioner inilah yang kemudian mengubah arah pendidikan umat, membuka jalan bagi terciptanya generasi muslim yang tak hanya taat beribadah, tetapi juga unggul dalam pengetahuan.
Dari tekad tulus seorang ulama dari Kauman itu, kemudian tumbuh ribuan sekolah, puluhan rumah sakit, dan ratusan amal usaha lainnya yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Setiap lembaga itu tidak lahir dari ambisi kekuasaan atau akumulasi modal, tetapi dari semangat ikhlas untuk mengabdi dan memberi manfaat nyata bagi sesama.
Berkat Muhammadiyah, umat Islam Indonesia bisa berdiri sejajar, bahkan memimpin dalam banyak hal. Umat menjadi lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih berkontribusi dalam membangun bangsa.
Muhammadiyah bukan sekadar organisasi dengan struktur dan administrasi. Ia telah menjadi cara berpikir, cara berkarya, dan cara berkhidmat. Sebuah filosofi yang menekankan kemandirian, kedisplinan, dan kesediaan untuk terus belajar sepanjang hayat.
Di Milad ke-113 ini, kita tidak hanya merayakan usia, tetapi merenungkan warisan yang telah mengubah wajah Indonesia. Selamat Milad ke-113 Muhammadiyah.
Teruslah menjadi pelita zaman yang tak pernah padam. Terus menuntun generasi muda menuju masa depan gemilang, mencerahkan kehidupan dengan ilmu dan amal, serta meneguhkan Indonesia dalam trilogi mulia: iman yang kokoh, ilmu yang bermanfaat, dan kemajuan yang berkeadaban.
Najib Faizin, M.Pd.
Sekretariat PDM Lumajang
18 November 2025









