Aisyah: Wanita Paling Bahagia Mendampingi Nabi Sampai Nazak di Pangkuannya

banner 2560316

TROBOS.CO – Wanita paling bahagia: Aisyah, istri nabi yang dikenal dengan sebutan Ummul Mukminin. Mengapa bahagia?

Beliau istri yang sangat dikagumi nabi. Jasanya dalam mendampingi nabi begitu mengesankan.

Aisyah mendampingi nabi mulai awal hingga detik-detik terakhir hidup beliau.

Istri mana yang tidak bangga. Hidup romantis penuh suka duka dalam dakwah dan mengemban misi kerasulan.

Apalagi ketika nabi nazak, Aisyah menyediakan pangkuannya untuk beliau.

Aisyah lah yang tahu persis saat nabi menghembuskan nafas terakhir. Aisyah mengantar nabi pulang ke peristirahatan terakhir di alam barzah.

Tidak berlebihan kalau Aisyah merasa bangga bisa mendampingi nabi sepanjang hayat.

Sebaliknya, nabi juga bangga terhadap Aisyah. Selain karena cantik lahir batin, juga karena kecerdasannya.

Aisyah yang Pencemburu

Aisyah dikenal sebagai istri pencemburu terhadap Rasulullah. Aisyah pernah menjadi juru bicara istri nabi yang lain supaya menyampaikan uneg-uneg istri nabi lainnya.

Nabi dianggap terlalu sering menyebut nama Khadijah sebagai bukti bangga dan kagum beliau kepada istri pertama.

Aisyah dengan diplomasi tinggi bertanya kepada Rasulullah: “Lebih baik mana tanah yang pernah diinjak-injak orang dengan yang belum pernah diinjak?”

Aisyah paham Khadijah istri pertama nabi, di waktu dinikahi statusnya janda. Tetapi kenapa Nabi begitu mencintainya lebih dari yang lain?

Penjelasan Nabi yang Meluluhkan Hati Aisyah

Nabi sangat memahami hal itu. Dan memberikan penjelasan mengapa beliau sangat mencintai Khadijah. Ada beberapa hal yang sangat mengesankan nabi kepada beliau.

Pertama, Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam setelah Rasulullah menerima wahyu.

Kedua, Khadijah merupakan istri yang banyak berkurban harta untuk dakwah nabi dan mendampingi beliau dalam menghadapi risiko dakwah penuh tantangan: suka dan duka.

Ketiga, Khadijah lah yang menenangkan hati Nabi di saat menerima wahyu pertama dalam kondisi ketakutan.

Khadijah pula yang mengirim nabi ke Gua Hira saat berkhalwat. Di tempat ini nabi menerima wahyu pertama kali.

Menuju gua begitu tempatnya cukup tinggi, jalannya sangat sempit. Tapi Khadijah mampu melaksanakan demi suami tercinta, Rasulullah.

Untuk mengenang sejarah Gua Hira tersebut, pemerintah Saudi akan membuatkan lift menuju mulut gua dari bawah sehingga para tamu nanti dapat dengan mudah menjangkaunya.

Keempat, Khadijah lah yang memberikan keturunan bagi Rasulullah sehingga banyak dikenang oleh beliau dan tidak terlupakan.

Hati Aisyah Luluh

Dengan melihat sisi lebih dari Khadijah itu, hati Aisyah pun luluh dan menerima kehebatan istri nabi yang pertama tersebut.

Meski demikian, Aisyah putri Abu Bakar itu terus dikenang sejarah karena banyak hadits yang diriwayatkan oleh beliau.

Suharyo, pemerhati masalah sepele.

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *