Prosesi Gunungan Harjalu ke-770, Wujud Syukur dan Kemeriahan Budaya di Pendopo Arya Wiraraja

TROBOS.CO, LUMAJANG – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Pendopo Arya Wiraraja, Senin (15/12/2025) pagi. Prosesi Gunungan digelar sebagai puncak syukur dalam rangkaian Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770. Ratusan warga memadati area sejak pagi, menyaksikan langsung ritual adat yang sarat makna dan menjadi ruang perjumpaan spiritual, tradisi, serta kebersamaan.

Sembilan gunungan yang terdiri dari aneka sayur dan buah hasil bumi Lumajang ditata artistik menyerupai tumpeng raksasa. Karya tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang ini adalah cerminan nyata kekayaan agraris dan kesuburan tanah “Bumi Santri” ini.

banner 1280x716

“Prosesi ini adalah simbol rasa syukur atas limpahan rezeki, hasil pertanian, dan keselamatan yang Tuhan berikan kepada masyarakat Lumajang,” ujar seorang perwakilan panitia di lokasi. Dalam filosofi Jawa, gunungan melambangkan keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Penyusunan gunungan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya, Minggu (14/12/2025), di pelataran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang. Proses ini melibatkan semangat gotong royong dan ketelitian tinggi agar setiap susunan hasil bumi tertata rapi dan penuh makna.

Rangkaian doa dipanjatkan dengan khidmat, memohon agar di usia ke-770 ini, Lumajang senantiasa diberkahi ketenteraman dan kemajuan yang berkeadilan. Nuansa ini dirasakan kuat oleh semua yang hadir, dari anak-anak, orang tua, hingga tokoh masyarakat.

Kemeriahan terasa kental saat warga dengan tertib mengikuti alur prosesi, mengabadikan momen dengan gawai, dan menunggu puncak acara. Senyum dan rasa bangga terpancar dari wajah mereka, membuktikan bahwa Harjalu adalah perayaan kolektif milik seluruh warga, bukan sekadar acara seremonial pemerintah.

“Ini warisan leluhur yang harus kita jaga. Melihat langsung, rasanya sangat membanggakan,” tutur Sari (42), salah satu warga yang hadir bersama keluarganya.

Melalui Prosesi Gunungan Harjalu ke-770 ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang meneguhkan komitmen ganda: merawat tradisi budaya dan sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Gunungan itu sendiri adalah promosi visual yang powerful tentang potensi pertanian Lumajang.

Perpaduan antara kemeriahan warga, kekayaan hasil bumi, dan doa-doa yang mengalun menjadi penanda bahwa Lumajang melangkah ke usia yang lebih matang dengan spirit kebersamaan, rasa syukur, dan harapan besar menuju masa depan yang lebih sejahtera.

(Fytrya A.S/TROBOS.CO)

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *