Pos Pantau Curah Kobokan: Mata Penjaga Warga dari Ancaman Lahar Semeru

TROBOS.CO | LUMAJANG – Erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 kembali menguji kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana, khususnya sepanjang aliran Curah Kobokan. Di titik inilah, Pos Pemantau Curah Kobokan berdiri sebagai benteng pertahanan pertama, mengawasi setiap gerak-gerik gunung dan menjadi sumber informasi vital bagi keselamatan warga.

Pos yang terletak strategis di pertemuan Sungai Lanang dan Curah Kobokan—jalur utama aliran material vulkanik—ini menjadi pusat mata dan telinga bagi para pemantau. Tim dari berbagai elemen, termasuk BPBD Lumajang dan relawan dari komunitas seperti Muhammadiyah yang diikutsertakan Tim TROBOS.CO, bergantian berjaga 24 jam.

banner 1280x716
Tim relawan TROBOS.CO bersama petugas BPBD berjaga di Pos Curah Kobokan, memastikan informasi terkini dari lereng Semeru tersampaikan dengan cepat. (Foto: TROBOS.CO)

Mereka memantau visual kubah lava, mendengarkan suara guguran, dan mengamati debit air sungai. Setiap perubahan dicatat dan dilaporkan secara berkala ke pusat komando untuk menentukan langkah antisipasi, termasuk peringatan dini dan evakuasi.

Keberadaan pos ini adalah bukti nyata kolaborasi. “Hampir 4 tahun sejak erupsi 2020, saya bersama teman-teman BPBD dan relawan terus bertugas di sini setiap hari. Saat erupsi seperti sekarang, kesiapsiagaan kami tingkatkan menjadi 24 jam non-stop,” ujar Peltu (Purn) Sugiono, Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan yang juga pensiunan Kodim 0821 Lumajang.

Pengalaman dan kedisiplinan personel seperti Sugiono menjadi tulang punggung operasi. Ditambah dengan semangat relawan, pos yang sederhana ini berubah menjadi pusat komando lapangan yang tangguh.

Dalam situasi kritis, kecepatan informasi adalah segalanya. Laporan dari Pos Curah Kobokan tentang peningkatan aktivitas atau tanda-tanda lahar dingin dapat menjadi penentu bagi keputusan evakuasi dini. Hal ini membedakan antara bencana yang terkendali dan tragedi yang merenggut nyawa.

Di tengah ketidakpastian Semeru, Pos Pantau Curah Kobokan tidak hanya sekadar bangunan. Ia adalah simbol ketangguhan, tempat di mana kewaspadaan pemerintah dan kepedulian masyarakat bersatu, memastikan bahwa setiap ancaman dari atas tidak sampai merenggut kehidupan di bawahnya.

Nugroho Dwi Atmoko/TROBOS.CO

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *