Budidaya Cacing Siscamling Kian Berkembang, Dapat Dukungan Lintas Sektor di Lumajang

TROBOS.CO | LUMAJANG – Inisiatif Sistem Pertanian Terintegrasi Berbasis Cacing (Siscamling) yang dibina oleh Dr. dr. Imanurdin, M.Kes terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Program yang berawal sebagai solusi pertanian berkelanjutan ini kini berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat dan UMKM yang nyata dan aplikatif di Kabupaten Lumajang.

Program budidaya cacing Siscamling telah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Setelah sebelumnya bekerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Lumajang dan Kodim 0821 Lumajang, program ini kembali menggelar pelatihan untuk ibu-ibu posyandu se-Desa Tukum pada Selasa (16/12/2025).

banner 1280x716
Camat Tekung beserta jajaran Forkopimca, Danramil, dan Kapolsek menghadiri pelatihan budidaya cacing di Desa Tukum (16/12/2025). Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap program pemberdayaan ini. (Foto: TROBOS.CO)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Tekung beserta jajaran Forkopimca, Danramil, dan Kapolsek, menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap program ini. “Kami berharap budidaya cacing dapat menjadi brand dan unggulan Desa Tukum,” ujar Kepala Desa Tukum dalam sambutannya, mengusung cita-cita menjadikan desanya sebagai “Desa Cacing”.

Program ini menarik minat masyarakat karena beberapa keunggulan:

  • Mudah dan ramah lingkungan
  • Modal terjangkau
  • Limbahnya bisa dijadikan pupuk organik berkualitas
  • Pasar yang menjanjikan untuk pertanian, peternakan, dan industri pupuk

Inovasi ini telah mendapat pengakuan formal. Dr. Eko Romadhon, pegiat lingkungan dan juri Lumajang Innovation Award 2025, menyatakan program ini sangat cocok untuk daerah agraris seperti Lumajang. Buktinya, Siscamling meraih penghargaan dalam Lumajang Innovation Award 2025 dan ditetapkan sebagai program unggulan Lazismu Lumajang di ajang Lazismu Award 2025 tingkat Jawa Timur.

“Dukungan dari berbagai pihak dan prestasi yang diraih membuktikan bahwa budidaya cacing bukan sekadar inovasi lingkungan, tapi juga peluang ekonomi nyata yang layak dikembangkan secara serius,” pungkas Nugroho Dwi Atmoko.

Kontributor: Nugroho Dwi Atmoko

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *