Arsip Digital Bencana Semeru Diselamatkan, Jadi Memori Kolektif dan Bahan Belajar

TROBOS.CO | LUMAJANG – Dalam upaya menyelamatkan memori kolektif dan pembelajaran untuk masa depan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang melakukan langkah penting. Melalui Pejabat Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Akuisisi dan Pengelolaan Kearsipan, institusi ini melakukan akuisisi digital arsip bencana erupsi Gunung Semeru di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan mengamankan dokumen-dokumen kritis penanganan bencana dari ancaman kerusakan, sekaligus mengabadikannya sebagai rekam jejak sejarah dan ketangguhan masyarakat Lumajang.

banner 1280x716

Proses akuisisi dilakukan langsung di ruang Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana BPBD Lumajang. Tim Disarpus melakukan pendataan dan menerima salinan arsip digital yang mencakup berbagai dokumen vital, antara lain:

  • Laporan kejadian dan perkembangan bencana.
  • Dokumentasi visual (foto/video) penanganan darurat.
  • Data pengungsi dan distribusi bantuan.
  • Peta sebaran wilayah terdampak dan titik rawan.

Arsip-arsip tersebut bukan sekadar tumpukan berkas, melainkan bukti otentik atas upaya kemanusiaan, koordinasi, dan solidaritas yang dilakukan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat selama masa krisis.

Erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu memberikan dampak paling parah di Dusun Sumbersari dan Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Bencana ini memaksa warga mengungsi, merusak ratusan rumah, dan mengubur lahan pertanian warga di bawah material vulkanik. Duka dan proses pemulihan masih terus berjalan di wilayah tersebut.

Plt. Kabid Akuisisi dan Pengelolaan Kearsipan Disarpus Lumajang menekankan bahwa arsip bencana memiliki nilai yang jauh melampaui administrasi.

“Arsip ini penting sebagai bahan pembelajaran agar ke depan penanganan dan mitigasi bencana semakin baik. Ia adalah rekam jejak perjuangan, ketangguhan, dan solidaritas masyarakat Lumajang,” ujarnya.

Dengan didigitalisasi, arsip ini akan lebih terjaga keutuhannya, mudah diakses untuk kepentingan penelitian, perencanaan, dan edukasi kebencanaan, tanpa harus membuka fisik dokumen yang rentan rusak.

Di tengah upaya dokumentasi ini, pemerintah daerah terus mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang terdampak, untuk tetap sabar, saling menguatkan, dan optimis menjalani proses pemulihan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, diharapkan kehidupan di wilayah terdampak dapat kembali pulih dan bangkit dengan lebih tangguh.

Langkah Disarpus Lumajang ini merupakan investasi berharga untuk memori kolektif bangsa dan upaya konkret membangun budaya sadar bencana yang lebih baik di masa depan.

Fytrya A.S

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *