Wujudkan “Sishankamrata Sipil”: Kunci Hancurkan Korupsi Ada di Gotong Royong Lintas Sektor

TROBOS.CO | Di tengah maraknya kasus korupsi, Ir. Widodo Djaelani, pemerhati sains spiritual dari Jember, mengajak seluruh komponen bangsa untuk kembali ke akar budaya: gotong royong. Menurutnya, semangat kerja sama inilah senjata ampuh untuk melawan ancaman perampokan kekayaan rakyat yang sistematis.

“Budaya saling menolong dalam kebaikan sudah dilakukan leluhur kita. Konsep ini sangat cocok untuk melawan ancaman apapun, termasuk korupsi yang sedang menjarah harta rakyat Indonesia,” tulis Widodo dalam opininya, merujuk pada QS Al-Maidah ayat 2 tentang tolong-menolong dalam kebajikan.

banner 1280x716

Widodo menggambarkan situasi saat ini dengan analogi yang tajam. “Ibarat rumah yang disatroni pencuri, bagaimana bisa hidup aman tenteram? Tidak ada negara maju sejahtera yang hidup berdampingan dengan korupsi yang marak.”

Untuk melawannya, Widodo mengusulkan strategi pertahanan semesta (sishankamrata) versi sipil yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Strategi ini mencakup empat pilar:

  1. Deteksi Dini oleh Masyarakat & Media: Masyarakat dan media bertindak sebagai “intelijen sosial” yang waspada dan melaporkan indikasi korupsi.

  2. Daya Tangkal Budaya: Menanamkan nilai-nilai anti-korupsi sebagai bagian dari bela negara sejak dini di keluarga, sekolah, dan komunitas.

  3. Pertahanan Digital: Membangun sistem keuangan dan birokrasi yang transparan berbasis data terbuka (open data) untuk mempersempit ruang gelap manipulasi.

  4. Gerakan Sosial Semesta: Kolaborasi lintas sektor antara kampus, ormas, pesantren, komunitas digital, dan pelaku bisnis untuk menciptakan tekanan sosial dan kultural.

Dengan strategi terpadu antara sishankamrata militer dan sipil ini, Widodo yakin akan terbangun “ketahanan nasional berbasis integritas”. “Bagaikan jurus ‘sengatan seribu lebah’ yang beroperasi di segala lini, disertai niat suci amar makruf nahi mungkar, kejahatan korupsi tidak akan berdaya,” tegasnya.

Gerakan ini, lanjutnya, harus melampaui penegakan hukum. “Tidak hanya tindakan tegas, tapi juga menghilangkan kultur korup melalui partisipasi aktif seluruh rakyat.”

Opini ini ditutup dengan keyakinan bahwa gotong royong bukan hanya tradisi, melainkan strategi pertahanan bangsa yang paling tangguh. Hanya dengan partisipasi seluruh elemen masyarakat—dari tingkat RT hingga lembaga tinggi negara—cita-cita Indonesia yang bersih, adil, dan sejahtera dapat diwujudkan.

Ir. Widodo Djaelani alumni Univ Merdeka dan Universitas Muhammadiyah Malang tinggal di Griya Mangli Indah Jember

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *