Wisata Erupsi Semeru: Antara Daya Tarik Visual dan Bahaya yang Mengintai

TROBOS.CO, LUMAJANG – Erupsi Gunung Semeru tidak hanya membawa duka bagi korban, tetapi juga memunculkan fenomena baru: ‘wisata erupsi’. Ratusan orang dari berbagai daerah memadati kawasan bencana dengan beragam motivasi, mulai dari relawan hingga pencari konten untuk media sosial.

Sayangnya, euforia ini seringkali mengabaikan faktor keselamatan. Banyak pengunjung nekat mendekati zona bahaya untuk mengabadikan momen ‘seru’ dan ‘dramatis’. Dua orang dilaporkan menjadi korban luka bakar setelah terlalu dekat dengan aliran lava panas di sekitar Jembatan Curah Kobokan.

banner 1280x716

“Asap tebal dikira seperti asap biasa. Padahal asap awan panas itu benar-benar panas. Akhirnya keinginan mengabadikan panorama alam menyebabkan dirinya jadi korban,” lapor tim di lapangan.

Jembatan Curah Kobokan, yang menjadi satu-satunya penghubung Lumajang-Malang, berubah menjadi lokasi ‘wisata’ yang berisiko tinggi. Aliran awan panas di bawah jembatan justru menjadi daya tarik utama, meski telah dilarang untuk mendekati area tersebut.

Kepadatan lalu lintas di jembatan ini pun meningkat drastis. Petugas terpaksa menerapkan sistem buka-tutup bukan hanya untuk mengatur arus kendaraan, tetapi juga untuk mengantisipasi bahaya longsor, awan panas, dan material vulkanik lainnya.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meminimalisir risiko, seperti:

  • Penebangan pohon rawan tumbang
  • Pemasangan tembok pengaman dan gronjong kawat
  • Perlebaran jalan di titik rawan
  • Penyiraman jalan secara rutin untuk menghilangkan licinnya abu vulkanik

Namun, ancaman tetap ada, terutama saat hujan deras yang dapat memicu longsor dan mengubah abu menjadi lumpur berbahaya.

Fenomena ‘wisata bencana’ ini menjadi pengingat bahwa di balik daya tarik visual erupsi Semeru, bahaya maut selalu mengintai. Kesadaran akan keselamatan diri dan penghormatan kepada para korban seharusnya menjadi prioritas, bukan sekadar konten untuk media sosial.

Suharyo/TROBOS.CO

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *