Panduan Lengkap Menghadapi Gempa Bumi: Sebelum, Saat, dan Sesudah

TROBOS.CO | Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana alam, termasuk gempa bumi. Seperti halnya Gunung Semeru yang kerap meletus, gempa bumi adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan pengetahuan dan kesiapan. Memiliki life skill kebencanaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Menurut Hobart M. King, PhD., pakar geologi dari Geology.com, kunci keselamatan dari bencana terletak pada persiapan sebelumnya dan edukasi. “Pengetahuan dan beberapa tindakan pencegahan dapat meningkatkan peluang Anda selamat dari gempa atau jenis bahaya bencana lainnya,” ujarnya.

banner 1280x716

Mengingat gempa biasanya terjadi hanya dalam hitungan detik dengan dampak yang tak terduga, mengetahui apa yang harus dilakukan secara naluriah adalah faktor penentu keselamatan Anda dan keluarga.

Berikut adalah panduan tiga tahap menghadapi gempa bumi:

1. Sebelum Gempa: Persiapan dan Pencegahan

Kesiapan adalah fondasi utama. Lakukan langkah-langkah proaktif ini untuk meminimalisir risiko.

  • Edukasi Anggota Keluarga: Ajarkan semua anggota keluarga tentang:

    • Tindakan yang harus dilakukan saat gempa terjadi (Drop, Cover, and Hold On).

    • Titik-titik teraman di rumah, seperti di bawah meja yang kuat atau di sepanjang dinding interior (jauh dari jendela luar).

    • Area yang harus dihindari: dekat jendela, kaca, cermin besar, benda gantung, dan furnitur berat.

  • Siapkan Tas Siaga Bencana: Isi tas dengan barang-barang yang dapat mendukung hidup setidaknya selama 3 hari, meliputi:

    • Air minum kemasan dan makanan tahan lama (siap makan).

    • Kotak P3K lengkap dan obat-obatan pribadi.

    • Radio dan senter beserta baterai ekstra.

    • Peluit untuk memberi sinyal.

    • Uang tunai, dokumen penting dalam tas kedap air, dan selimut.

  • Amankan Lingkungan Rumah:

    • Ikatkan furnitur berat (seperti lemari, rak buku) ke dinding atau lantai.

    • Simpan benda berat di rak bawah dan benda pecah belah di lemari berpintu.

    • Jangan menggantung benda berat (seperti cermin atau lukisan) di atas tempat tidur atau sofa.

    • Ketahui lokasi dan cara mematikan saluran gas, air, dan listrik.

2. Saat Gempa Berlangsung: Bertindak Cepat dan Tepat

Saat bumi berguncang, jangan panik. Ingatlah prinsip “DROP, COVER, and HOLD ON”.

  • DROP: Jatuhkan diri Anda ke lantai.
  • COVER: Berlindung di bawah meja atau furnitur kuat yang dapat melindungi dari reruntuhan. Jika tidak ada, lindungi kepala dan leher dengan lengan Anda dan merunduk di dekat dinding interior.
  • HOLD ON: Berpegang teguh pada kaki meja atau benda kokoh lainnya hingga guncangan berhenti.
  • JAUHI jendela, kaca, dan benda-benda yang mungkin jatuh.
  • Jika Anda di tempat tidur, tetaplah di sana dan lindungi kepala dengan bantal.

3. Setelah Gempa: Waspada dan Evakuasi

Guncangan berhenti bukan berarti bahasa telah usai. Lakukan langkah-langkah pasca gempa dengan tenang.

  • Periksa diri Anda dan orang di sekitar Anda apakah ada yang terluka. Berikan pertolongan pertama sebisanya.
  • Periksa lingkungan sekitar dari bahaya seperti kebocoran gas, kerusakan listrik, atau kebakaran.
  • Nyalakan radio untuk mendapatkan informasi terbaru dari pihak berwenang.
  • Bersiaplah untuk kemungkinan aftershock (gempa susulan).
  • Jika bangunan rusak parah, evakuasi ke titik kumpul (assembly point) yang telah ditentukan.
  • Hindari menggunakan lift.

Terus Belajar dan Berlatih
Pengetahuan saja tidak cukup. Lakukan simulasi gempa bumi secara berkala dengan keluarga. Pelajari terus informasi kebencanaan dari sumber-sumber terpercaya seperti BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Kesiapan adalah modal terbesar untuk menghadapi ketidakpastian. Dengan edukasi dan persiapan yang matang, kita dapat memitigasi risiko dan menyelamatkan nyawa.

Oleh: Teguh W. Utomo

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *