Menjadi Pribadi Hebat: Kuat, Unggul, dan Dicintai Allah

banner 2560316

TROBOS.CO | Apakah pribadi kita kuat atau lemah? Orang kuat itu hebat dan selalu unggul. Lebih Allah cintai.

Pribadi lemah, apalagi lemah iman, selalu tersisih, minggir, serta kalah di tengah pentas kehidupan.

Dunia merupakan panggung sandiwara. Di dalamnya penuh persaingan: keras dan berat. Mereka yang hebat mampu bertahan.

Bahkan mendapat puja-puji dan tepuk tangan. Dunia mengagumi. Sejarah mencatat. Masyarakat meniru. Nama baiknya terjaga, harum, dan menginspirasi.

Orang hebat itu umurnya panjang melebihi usianya. Jasadnya sudah lama ditanam, tapi namanya terus disebut orang karena kebaikannya.

Jasanya tidak dilupa. Bayangan wajahnya dan senyumnya selalu diingat banyak orang. Dia lemah lembut tapi tegas. Dia sopan tapi mengagumkan. Tidak banyak menggertak tapi orang segan. Bicaranya tenang, dalam, dan ikhlas sehingga didengar dan diikuti.

Sedangkan orang yang lemah selalu kalah dan hilang dari peredaran. Mereka tidak berarti, dan kurang diperhitungkan, sehingga menjadi sasaran caci-maki dan bully.

Dunia adalah panggung bagi pribadi hebat yang banyak memberi kontribusi terhadap sesama.

Pertama, kontribusi pikiran positif: konstruktif, positive thinking, baik sangka (husnudzon), dan bermanfaat.

Kedua, kontribusi ucapan: yaitu bicara yang baik, kalau tidak bisa diamlah.

Sesuai sabda Nabi Saw: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, bicaralah yang baik, kalau tidak bisa diamlah.”

Ucapan yang baik adalah ucapan yang menginspirasi dan memotivasi orang lain agar lebih bersemangat dalam ibadah.

Ketiga, kontribusi harta dan raga: yaitu dengan menginfakkan sebagian harta yang dimilikinya di jalan Allah. Bisa juga dengan keteladanan. Tidak banyak cakap. Semakin tua semakin rajin rukuk dan sujud. Itu kontribusi ragawi namanya.

Memang ibadah itu ada yang sifatnya jiwa, tenaga, dan harta. Berpuasa, salat, dan ibadah lain sifatnya lebih menekankan pada jiwa atau semangat.

Sedangkan ibadah haji itu perpaduan antara raga dengan harta. Raga harus kuat dan sehat. Sedang harta harus cukup untuk transportasi dan persyaratan lain.

Prof Dr Hamka dalam bukunya berjudul Pribadi Hebat menyebut ada beberapa unsur yang memunculkan pribadi menjadi hebat:

  • Punya daya tarik
  • Cerdik
  • Punya timbang rasa
  • Berani
  • Bijaksana
  • Berpandangan baik
  • Tahu diri
  • Sehat tubuh
  • Bijak dalam berbicara
  • Percaya pada diri sendiri

Sedangkan yang menguatkan pribadi seseorang menurut Hamka:

  • Memiliki tujuan hidup
  • Keinginan bekerja keras
  • Punya rasa wajib dalam jiwanya untuk menjadi orang hebat
  • Juga ada pengaruh agama dan iman, serta pengaruh salat dan ibadah lainnya

Suharyo AP, pemerhati masalah sepele.

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *