Kisah Inspiratif: Dari Mantan Preman hingga Pejabat Anti Suap yang ‘Kunci’ Istri & Matikan AC Saat Tamu Pribadi Datang

TROBOS.COSaya pernah masuk tim penulis buku. Kali ini cukup unik. Tokoh yang ditulis mantan preman. Preman yang benar – benar menemukan dunia baru.

Si tokoh menemukan kesadaran spiritual. Dia ingin move on dari kehidupan lamanya yang gelap. Baginya maksiat merupakan warna sehari-hari.

banner 1280x716

Begitu menemukan kebenaran, kebiasaan lama ditinggal. Hidupnya berubah warna. Jangan sampai makanan haram masuk perut keluarga kami, ujarnya.

Jabatan yang diemban tidak digunakan aji mumpung. Padahal banyak investor datang menjanjikan uang miliaran. Semuanya ditolak mentah-mentah.

Andaikan saya mau memandikan istri dengan uang haram tersebut sangat bisa. Tetapi semua telah ditinggalkan. Ia sangat berhati-hati.

Istrinya “dikunci” dengan perilaku yang dinilai agama. Dia memilih bekerja sebagai penjual paku, semen, dan bahan bangunan lain ketimbang mandi uang. Yang penting halal.

Dalam sebuah wawancara di rumah dinasnya, istrinya tiba-tiba pamit akan mematikan AC di ruang tamunya. Alasannya kedatangan saya dan tim bukan untuk urusan dinas tapi pribadi. Sedang listrik di rumahnya memakai uang kantor. Dan AC pun dimatikan. Saya senang dan kagum.

Teringat pengalaman yang dilakukan Umar bin Abdul Aziz. Mematikan lampu di rumahnya. Berbicara dengan tamunya dalam keadaan gelap. Alasannya untuk keperluan pribadi, bukan dinas.

Tokoh yang tidak malu mengaku mantan preman itu berkisah bahwa hidupnya lebih tenang dalam kondisi pas-pasan ketimbang hidup berlebih tetapi diperoleh dengan cara tidak jelas.

Inilah hidayah. Masuk di hati seseorang tanpa ada yang mampu membendungnya. Dan pengaruhnya mengubah hidup secara total dari gelap Menuju terang.

Maka ketika kita berada dalam suasana malam yang gelap sadarlah sebentar lagi akan datang suasana terang. Ketika matahari panas menyengat yakinlah tidak lama lagi bakal terbenam.

Tidak menutup kemungkinan,. Ketika seseorang berada pada kubangan gelap teramat dalam penuh dosa. Bisa jadi itu pertanda akan datangnya hidup yang cerah, penuh hidayah.

Umar Ibnul khotob mendapat hidayah justru saat akan melakukan perbuatan dosa paling puncak yaitu hendak membunuh rasulullah.

Allah membalik hati Umar sehingga berubah dari rencana akan membunuh Rasulullah berubah menjadi minta dibaiat, masuk barisan Islam.

Umur bukan sekedar masuk Islam. Tetapi sekaligus menjadi pembela Islam. Kalau ada orang akan mengganggu Rasulullah hadapi dulu Umar, begitu ucapnya yang menggelegar, membuat ciut nyali lawan-lawannya.

Dalam hidup ini kita tidak boleh gampang menyalahkan orang. Menuduh dan memojokkan mereka. Bisa jadi orang yang kita jelekan itu mendapat hidayah sehingga masa lalu yang jelek ditinggal jauh-jauh. (*)

Suharyo, pemerhati masalah sepele

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *