ICMI Jawa Timur Soroti Ketimpangan Ambisi Hijau Nasional dan Realitas Daerah

TROBOS.CO | SURABAYA – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur merilis hasil kajian kritis mengenai sektor lingkungan hidup, energi, dan transisi hijau di provinsi ini. Kajian yang dipublikasikan di penghujung 2025 ini menyoroti kesenjangan antara target nasional yang ambisius dan kapasitas implementasi di tingkat daerah.

Sebagai provinsi industri terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur dinilai masih menghadapi tantangan berat dalam menerjemahkan komitmen nasional—seperti target Net Zero Emission 2060 dan percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT)—menjadi aksi nyata.

banner 1280x716

Tekanan Lingkungan dan Ketergantungan Energi Fosil

Data kajian menunjukkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur berada pada kategori sedang, bahkan cenderung di bawah rata-rata nasional. Tekanan terbesar terjadi di kawasan industri dan padat penduduk seperti Gerbangkertosusila.

Di sisi energi, ketergantungan pada bahan bakar fosil masih sangat dominan. Kontribusi EBT dalam bauran energi daerah dinilai masih sangat terbatas, jauh dari target ideal nasional. Kondisi ini menempatkan Jawa Timur dalam paradoks: menjadi motor ekonomi, tetapi berisiko tertinggal dalam transisi energi.

Tantangan Tata Kelola dan Rekomendasi

Menurut ICMI Jatim, masalah utama bukan pada niat, tetapi pada kapasitas tata kelola. Kebijakan hijau masih kerap berhenti di tingkat regulasi dan belum menjadi insentif ekonomi yang menarik bagi pelaku usaha.

Kajian ini memberikan nilai “CUKUP” dengan catatan strategis untuk sektor lingkungan dan energi di Jatim. Sebagai rekomendasi, ICMI mendorong:

  1. Akselerasi EBT skala daerah, seperti energi surya industri dan bioenergi berbasis limbah pertanian.

  2. Integrasi ketat antara komitmen hijau dan perizinan investasi.

  3. Penguatan green budgeting dan pemanfaatan instrumen pendanaan hijau nasional.

  4. Transparansi data lingkungan sebagai bentuk kontrol publik.

Penutup: Pilihan Strategis Menuju 2026

Ulul Albab, Ketua ICMI Jawa Timur, menegaskan bahwa transisi hijau bukan beban, melainkan prasyarat bagi pembangunan yang berkelanjutan. “Menuju 2026, Jawa Timur berada di pilihan penting: tetap menjadi provinsi besar yang boros sumber daya, atau bertransformasi menjadi provinsi industri yang cerdas, hijau, dan berkelanjutan,” tulisnya dalam kajian tersebut.

Kajian ini diharapkan menjadi bahan refleksi dan acuan bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih berwawasan lingkungan.

Oleh: Ulul Albab (Ketua ICMI Jawa Timur)

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *