Belajar Jadi Kupu-kupu Atau Tetap Jadi Ulat

TROBOS.CO | Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan. Bulan suci penuh ampunan dan fasilitas mewah lain dari Allah.

Orang yang berpuasa dilatih menjadi pribadi baik. Lebih top dan super keren dari sebelumnya. Kalau sebelumnya tidak baik, punya kesadaran mengubah diri, dengan perilaku indah.

banner 1142x1600

Ada orang yang melukiskan perilaku baik itu seperti kupu-kupu. Sementara perilaku buruk seperti ulat.

Kita tahu, kupu-kupu berasal dari ulat. Setelah bertapa sekian lama, ulat berubah menjadi kepompong, lalu berubah menjadi kupu-kupu.

Ulat selalu menjengkelkan petani. Mengganggu dan merusak tanaman, petani merugi. Berbagai cara dilakukan untuk membasmi.

Kupu-kupu, tampil warna-warni, indah. Terbang ke sana kemari menarik perhatian. Ada yang mengejar untuk menangkap saking tertariknya.

Lupa bahwa kupu-kupu tersebut berasal dari ulat yang dulu dibenci dan tidak disuka. Berkat bertapa alias berpuasa, ulat menjadi kupu yang sangat disuka.

Orang puasa seperti kupu-kupu. Perilaku buruknya ditinggal setelah berpuasa satu bulan. Pasca Ramadan tampil sebagai insan yang indah dan menawan bagi setiap orang.

Pikirannya menjadi baik. Ucapannya penuh lemah lembut. Sikapnya berwibawa. Perilakunya jauh dari salah.

Waktunya untuk menambah kebaikan dengan berdzikir, baca Quran, salat sunnah dan wajib, beramal sosial, dan kegiatan baik lainnya. Singkat kata mereka menawan. Ibarat kupu-kupu penuh warna-warni.

Dan proses menjadi kepompong selama satu bulan yang bernama Ramadan sebentar lagi datang. Diperlukan kesiapan dua hal: mental dan raga.

Secara mental, hendaknya ada rasa cinta dengan datangnya bulan suci tersebut. Mempersiapkan diri akan menambah amal saleh. Mengisi bulan Ramadan maksimal.

Secara raga, menjaga kesehatan agar tidak sakit. Mampu melaksanakan ibadah wajib dan sunnah karena fisiknya sehat.

Mohon kepada Allah agar diberi prestasi terbaik. Doa demi doa kita panjatkan kepada Allah agar hidup ini berujung dengan akhir yang baik.

Obsesinya dengan Ramadan, kita ingin diakui sebagai hamba Allah yang takwa dan menjadi pengikut setia Rasulullah yang besok berjumpa dengan beliau di surga.

Semoga doa kita terkabul. Aamiin ya Allah.

Suharyo, pemerhati masalah sepele.

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *