TROBOS.CO – SURABAYA | Peringatan milad ke 113 Muhammadiyah di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, tepatnya di Aula KH Mas Mansur Sabtu, 29 November 2025, berlangsung hangat, dan berkualitas.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, ME.d, mengatakan tema milad Muhammadiyah ke 113 “Memajukan Kesejahteraan Bangsa,” hakikatnya merupakan kelanjutan dari tema milad ke 112 Muhammadiyah yaitu “Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua”.
Ia mengajak semua pimpinan yang hadir di acara Milad ini untuk bersyukur atas capaian yang telah diraih oleh Muhammadiyah.
Bentuk syukur itu menurutnya adalah semua Pimpinan dan warga Muhammadiyah hendaknya meningkatkan intensitas dalam mengembangkan persyarikatan sebagai bagian dari upaya memajukan negeri tercinta.
Selanjutnya, Prof. Abdul Mu’ti, yang juga sebagai Menteri Dikdasmen RI, mengingatkan segenap Pimpinan agar dalam berkhidmad di persyarikatan hendaknya menghindarkan diri dari perilaku 3 K.
Pertama, setiap Pimpinan hendaknya menghindari konflik. Dalam mengelola amal usaha harus dibangun sistem yang baik dan tidak memicu terjadinya konflik, pintanya .
Agar konflik tidak terjadi, menurutnya dalam mengelola amal Usaha Muhammadiyah hendaklah harus kompak. Konsep kepemimpinan kolektif kolegialitas hendaknya difahami sebagai upaya menjaga kekompakan dalam menjalankan amanah, tegasnya.
Yang kedua, setiap Pimpinan hendaknya menghindari diri dari perilaku * korup*. Perilaku korup akan menyebabkan seseorang tidak nyaman dan tidak tenang.
Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah yang telah berusia 113 tahun, tetap eksis bahkan semakin berkembang karena dibangun dengan landasan trust.
Perjalanan panjang Muhammadiyah yang penuh dinamisasi ini menurutnya karena pimpinan selalu menjaga kredibelitas. Maka tidak heran kalau amal Usaha Muhammadiyah diberbagai bidang terus meningkat karena masyarakat percaya dengan Muhammadiyah. Olehkarenanya Ia mengingatkan setiap pimpinan selalu menjaga kredibelitas.
Ketiga, setiap pimpinan jangan sampai pikirannya kolot. di tengah derasnya perubahan sebagai dampak dari kemajuan dan teknologi, menuntut semua pimpinan agar memiliki kreativitas dalam mengembangkan persyarikatan.
Bermuhammadiyah dengan penuh kreativitas menurutnya adalah sebuah keniscayaan.
Setiap pimpinan hendaknya memiliki kreativitas dalam upaya mengambil peran peran penting dalam keikutsertaannya mengembangkan kebangsaan. “Saya berharap setiap pimpinan di setiap tingkatan hendaknya menjaga kekompakan, kepercayaan, dan kreativitas dalam bermuhammadiyah,” tegas Prof. Abdul Mu’ti, ME.d. (*/Zainal Abidin)









