TROBOS.CO | NTT – Dalam rangkaian kegiatan Praktek Dakwah Ramadhan di Kampung Oe Ue, tim da’i eLKISI melaksanakan amanah penting dari pondok: menyerahkan buah tangan berupa kitab dan perangkat dakwah kepada perwakilan daerah setempat. Penyerahan yang berlangsung di Masjid An-Nur ini diterima langsung oleh Bapak Zulkarnain Nobisa, selaku tokoh adat Desa Oe Ue, NTT.
Titipan dari pondok bukan sekadar bingkisan biasa. Ia menjadi simbol silaturahmi antara lembaga dan masyarakat, penguatan ukhuwah dakwah, serta komitmen pembinaan berkelanjutan yang dijalin oleh para dai dengan warga setempat.
Penyerahan ini menegaskan bahwa dakwah bukan hanya kegiatan ceramah sesaat, tetapi juga upaya membangun hubungan jangka panjang dengan tokoh masyarakat dan struktur adat setempat. Di wilayah seperti Oe Ue, peran tokoh adat sangat strategis. Mereka menjadi penjaga harmoni sosial sekaligus jembatan komunikasi antara da’i dan masyarakat.
Kehadiran para dai yang menghormati struktur adat menunjukkan bahwa Islam hadir dengan pendekatan yang arif dan kontekstual, tidak hanya menyentuh aspek spiritual tetapi juga merajut kebersamaan dengan kearifan lokal.
Di Nusa Tenggara Timur, pendekatan dakwah tidak bisa dilepaskan dari struktur adat yang masih kuat. Menghormati tokoh adat berarti menghormati tatanan sosial masyarakat. Penyerahan buah tangan ini menjadi bagian dari pendekatan kultural tersebut—bahwa Islam hadir dengan adab dan penghormatan, bukan sekadar retorika.
Melalui pendekatan ini, pesan-pesan keislaman dapat diterima lebih mudah karena disampaikan dengan cara yang menghargai nilai-nilai lokal yang telah mengakar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung bagi para kader, bahwa dakwah mencakup:
- Penguatan relasi sosial dengan berbagai elemen masyarakat.
- Etika komunikasi lintas struktur masyarakat, termasuk tokoh adat dan pemerintahan.
- Kesadaran simbolik dalam membangun kepercayaan dan keberlanjutan program.
Nama Da’i yang melaksanakan amanah ini adalah Farid Yusuf, salah satu dari 11 kader ulama yang tengah menjalani praktik dakwah Ramadhan di wilayah tersebut.
Penyerahan kitab dan perangkat dakwah ini diharapkan menjadi jembatan kebaikan yang berkelanjutan antara eLKISI dan masyarakat Kampung Oe Ue. Bukan hanya untuk Ramadhan ini, tetapi untuk pembinaan keislaman jangka panjang yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan kebersamaan.
Dengan pendekatan yang humanis dan menghormati kearifan lokal, dakwah diharapkan dapat membangun peradaban Islam yang damai, inklusif, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat.
Tim TROBOS.CO








