TROBOS.CO | Di tengah padatnya agenda sebagai Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, masih menunjukkan kepeduliannya dengan meluangkan waktu untuk hadir di tengah para purna tugas.
Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan wujud penghargaan tulus kepada mereka yang telah mengabdikan diri bagi daerah, baik dari kalangan pemerintah daerah maupun BUMN/BUMD yang kini menikmati masa purna tugas di Lumajang.
Pada Rabu, 8 April 2026, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Pendopo Arya Wiraraja. Ratusan peserta yang tergabung dalam berbagai komunitas seperti Paguyuban Pengajian Wal Ashri, PWRI, Paguyuban Melati, serta Yayasan Gerontologi Abiyoso Perwakilan Lumajang berkumpul dalam satu momen istimewa: Halal bi Halal.
Sekitar 200 peserta hadir, dengan latar belakang usia yang beragam—mulai dari yang baru memasuki masa pensiun hingga yang telah mencapai usia 80 tahun—menciptakan suasana lintas generasi yang penuh makna.
Meski pertemuan rutin kerap dilakukan oleh masing-masing komunitas, Halal bi Halal kali ini terasa berbeda. Selain dilaksanakan di pendopo kabupaten yang sarat nilai historis dan kebanggaan, acara ini juga dihadiri Bupati Lumajang.

Kehadiran Bunda Indah memberikan nuansa tersendiri, menghadirkan kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakatnya, khususnya para purna tugas yang telah banyak berjasa.
Dalam sambutannya, Bunda Indah dengan penuh kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
Ia juga menyinggung dinamika yang tengah dihadapi masyarakat, termasuk kelangkaan gas elpiji yang sempat menimbulkan keresahan, terutama di kalangan ibu rumah tangga. Kejujuran dan keterbukaannya tersebut justru semakin menguatkan kepercayaan masyarakat akan kepemimpinannya.
Sementara itu, Didik S. , selaku Ketua Paguyuban Pengajian Wal Ashri yang mewakili seluruh peserta, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan oleh pemerintah daerah.
Fasilitas pendopo beserta segala kelengkapannya menjadi bukti nyata bahwa para purna tugas tetap mendapatkan tempat dan penghormatan yang layak di tengah masyarakat.
Menambah kekhidmatan acara, tausiyah yang disampaikan oleh Achmad Fatkhillah memberikan sentuhan spiritual yang mendalam. Dengan gaya penyampaian yang segar dan penuh energi, ia menguraikan makna Surat Al-‘Ashr sebagai pengingat akan pentingnya waktu, amal kebaikan, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Pesan tersebut seakan menjadi penutup yang sempurna, mengajak seluruh hadirin untuk terus mengisi masa purna tugas dengan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah.
Nugroho Dwi Atmoko









