Bisnis Bunga Melayani Permintaan Konsumen Seantero Negeri

banner 2560316

TROBOS.CO | Di era digital, dunia selabar daun kelor. Ia ada dalam genggaman. Meski luas, bisa dijangkau dengan mudah.

Begitu yang berlaku dalam dunia dagang dan bisnis. Mereka bisa bertransaksi dari tempat jauh dan tidak saling mengenal.

Kondisi ini menaikkan “derajat” pedagang. Jika dulu ada sebutan pedagang lokal, kampung, dan pedagang kecil, sekarang berubah menjadi pedagang regional bahkan nasional.

Seperti yang dialami H. Hasan Mustofa Indragiri, pengusaha bunga di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ia merasakan negeri ini benar-benar tak berjarak.

Dia melayani pembeli bunga dari berbagai provinsi se-Indonesia. Cara berbisnis yang dilakukan: mengenalkan produk lewat dunia maya—Facebook, Instagram, TikTok, dan lain-lain.

Berbagai jenis bunga unggulan dari H. Hasan Mustofa Indragiri, mulai dari Gelombang Cinta, Ruby Venus, hingga Lipstik Klasik, yang diminati konsumen dari berbagai provinsi. (Foto: Tim Trobos.co)

Lewat postingan video atau live streaming, ia dengan mudah mengenalkan produk bunga ke seantero negeri.

“Setiap kali saya live streaming, viewer-nya sangat banyak,” jelas H. Hasan kepada Trobos.co.

Konsumen mengenal macam-macam bunga milik H. Hasan. Stoknya kondisional, antara lain:

  • Gelombang Cinta
  • Kamboja
  • Red Heng Heng
  • Ruby Garuda
  • Dut Anjamani
  • Ruby Venus
  • Grand Matalo
  • Ruby Orange
  • Butterfly
  • Ruby Snow White
  • Lipstik Klasik
  • Lukisan Cinta
  • dan lain-lain

Meski berada di sebuah desa dekat Pantai Selatan, pembeli tertarik untuk memiliki berbagai jenis bunga milik H. Hasan. Setiap pembelian bunga dilayani dengan cepat. Ada yang ditanam dalam pot besar, ada yang dalam pot kecil. Semua permintaan dilayaninya.

Jasa pengiriman yang dipakai dalam melayani konsumen:

  • Kereta api untuk bunga dalam pot besar
  • JNE, J&T, dan jasa pengiriman lainnya untuk bunga dalam pot kecil

Menurut Hasan, soal pengiriman tidak ada kesulitan. Mungkin hanya soal lamanya waktu di perjalanan.

“Yang bisa dilayani dengan baik kalau kurang 6 hari. Maksimal 5 hari bunga bisa sampai lokasi pembeli dalam kondisi segar dan bisa langsung ditanam. Kalau lebih dari 6 hari tidak dijamin. Saya khawatir sampai lokasi sudah kondisi layu, nanti yang tidak nyaman di pihak pengirim atau penjual,” jelas H. Hasan.

Dia mengakui kesulitannya kalau ada permintaan dari Indonesia Timur. Pengirimannya butuh waktu lama sehingga daya tahan tanaman bunga mengkhawatirkan.

“Kalau Indonesia Barat sudah biasa, ngirim sampai ke Aceh atau provinsi lain. Semua permintaan bisa dilayani dengan baik dan lancar,” jelasnya.

Kesibukan keluarga H. Hasan: packing bunga setiap hari. Permintaan selalu datang dari para konsumen.

“Saya selalu sibuk packing sesuai pesanan,” ujarnya.

Hasan Mustafa Indragiri dikenal sebagai sosok pengusaha atau petani bertangan dingin. Apa saja yang digarapnya selalu sukses.

Hasan pernah bisnis pisang dengan menanam di kebunnya, dan buahnya luar biasa sangat bagus. Beralih ke tanaman kelapa juga sukses. Pernah mengembangkan budidaya ikan hias sangat berhasil, termasuk ikan rawa yang banyak mengundang konsumen. Tanaman bunga juga begitu, selalu berhasil.

Atas keberhasilannya itu, Hasan sering diberi julukan khusus. Nama dirinya sesuai dengan tanaman:

  • “Hasan Bunga” karena terkenal dengan tanaman bunganya yang sukses
  • “Hasan Ikan Hias” karena ternak ikan hiasnya berhasil
  • Dan sebutan lain sesuai dengan bisnisnya yang sedang digeluti serta sukses

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *