TROBOS.CO | LUMAJANG – Buka puasa bersama PD Muhammadiyah Kabupaten Lumajang dengan warga Dusun Urang Gantung, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, terasa hangat dan menyenangkan.
Selain tempatnya nyaman, acaranya pun tidak kalah menarik. Ada santunan anak yatim, buka puasa bersama, tausiyah, dan silaturahmi penuh keakraban.
Acara tersebut dihadiri ratusan jamaah, tokoh masyarakat, Kepala Desa Jarit dan perangkatnya, PCM Candipuro, PD Aisyiyah, serta PD Muhammadiyah Lumajang.
Sebelum berbuka, ada tausiyah yang disampaikan Penasihat PDM, H. Suharyo AP, SH, terkait dengan peringatan Nuzulul Quran.
Masjid Al Adha, tempat acara tersebut, ukurannya mungil, tidak terlalu besar, tetapi tampilan fisiknya menarik. Pembangunan masjid ini membutuhkan waktu satu tahun dan menelan biaya Rp1,4 miliar.
“Alhamdulillah, pembangunan masjid ini berkat swadaya masyarakat,” ujar Ketua Takmir sekaligus Ketua panitia buka puasa bersama, Aqil Syahrial, S.Pd.
H. Sutaryono, tokoh masyarakat setempat yang punya gagasan pembangunan Masjid Al Adha, menegaskan bahwa dana Rp1,4 miliar tersebut murni hasil swadaya warga. “Alhamdulillah berjalan lancar,” ujarnya.
Kepala Desa Jarit, Ibu Novi, menjelaskan bahwa selesainya pembangunan Masjid Al Adha berkat kekompakan warga. Dia mengaku respect dan berharap kekompakan tersebut tetap terjaga.
Jarit merupakan desa yang berada di dekat aliran lahar Gunung Semeru. Terkait hal tersebut, Bu Kades mengingatkan jamaah dan warga Desa Jarit agar berhati-hati dan waspada terhadap ancaman gunung tertinggi di Pulau Jawa yang sangat aktif tersebut.
“Semeru yang tampak tenang bisa saja mendatangkan bencana secara mendadak. Saya berharap semua warga berhati-hati,” pintanya.
Bu Kades Novi juga mengingatkan warganya tentang perlunya waspada terhadap keamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Hati-hati terhadap aksi pencurian yang biasanya menjelang hari raya meningkat,” kata Bu Kades.
Sekretaris PD Muhammadiyah, Ustad Zainal Abidin, S.Pd. , menyampaikan rasa kagum, bangga, dan penuh syukur atas selesainya bangunan Masjid Al Adha tersebut.
“Pembangunannya lancar dan sukses,” ujarnya seraya berharap keberadaan masjid tersebut hendaknya mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Selain itu, Masjid Al Adha diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keagamaan warga jamaah dengan mengadakan kajian-kajian keilmuan.
Dalam tausiyah Nuzulul Quran, H. Suharyo AP, SH menyampaikan bahwa kita bersyukur mendapatkan pedoman hidup bernama Al-Qur’an yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril.
“Dengan Nuzulul Quran ini, kita diingatkan bahwa Allah pernah menurunkan Al-Qur’an untuk umat manusia sebagai petunjuk bagi mereka dan petunjuk bagi orang-orang bertakwa.”
Yang harus kita lakukan adalah mencintai Al-Qur’an dengan cara memperbanyak membaca dan menelaah artinya, agar Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup bagi kita.
“Al-Qur’an yang kita terima itu terjaga keakurasiannya. Allah sendiri yang menegaskan: Akulah yang menurunkan dan menjaganya,” tegasnya.
Tim TROBOS.CO











