TROBOS.CO | KAIRO – Bagi sebagian orang, bulan Ramadhan sering dianggap sebagai waktu untuk memperlambat aktivitas. Namun bagi para mahasiswa dan mahasiswi Al-Azhar yang mengikuti pembinaan di Markaz Lughah El-Kisi, Ramadhan justru menjadi momentum untuk semakin memperkuat semangat dalam menuntut ilmu.
Di tengah suasana ibadah yang khusyuk, kegiatan pembinaan keilmuan tetap berjalan secara intensif. Setiap Ahad dan Rabu malam, setelah melaksanakan shalat Tarawih, para mahasiswa dan mahasiswi berkumpul untuk mengikuti majelis penguatan bahasa dan pembinaan keilmuan yang dipandu langsung oleh Syaikh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari. Majelis ini berlangsung dari pukul 21.00 hingga 23.00 waktu setempat.
Dalam majelis tersebut, Syaikh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari tidak hanya menyampaikan materi keilmuan, tetapi juga memberikan perhatian besar pada metode dan adab dalam menuntut ilmu. Beliau membimbing para mahasiswa bagaimana cara belajar yang benar, memperhatikan cara mereka mencatat pelajaran, bahkan hingga memperhatikan bagaimana seorang penuntut ilmu memegang pena dan menulis catatan.
Hal-hal kecil tersebut, menurut beliau, merupakan bagian dari pembentukan karakter seorang ṭālib al-‘ilm. Dalam berbagai kesempatan, beliau juga menyampaikan nasihat-nasihat yang kuat tentang pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Beliau sering mengingatkan bahwa kesuksesan tidak akan pernah diraih dengan kenyamanan semata.
“Kesuksesan tidak didapatkan dengan rāḥatul jism (kenyamanan jasad). Seorang penuntut ilmu harus siap bersungguh-sungguh, berkorban waktu dan tenaga dalam perjalanan menuntut ilmu.”
Selain pembinaan langsung dari Syaikh Ahmad, kegiatan penguatan bahasa juga diselenggarakan secara rutin pada hari Selasa dan Sabtu, yang dipandu oleh para musyrif dan musyrifah Markaz Lughah. Dalam sesi ini, para mahasiswa dan mahasiswi mendapatkan latihan bahasa Arab, diskusi materi, serta bimbingan akademik yang bertujuan memperkuat kemampuan bahasa mereka.
Tidak hanya pada malam hari, aktivitas keilmuan juga dimulai sejak pagi hari sebelum para mahasiswa dan mahasiswi memulai kegiatan kuliah mereka di Al-Azhar. Setiap pagi, para peserta mengikuti program hafalan matan serta mufradat, yang dibimbing oleh para musyrif dan musyrifah.
Kegiatan pagi ini menjadi salah satu latihan penting dalam membangun ketekunan dan kedisiplinan belajar, sekaligus memperkaya penguasaan bahasa Arab yang menjadi kunci utama dalam memahami khazanah keilmuan Islam.
Dengan berbagai kegiatan yang berlangsung hampir setiap hari, Ramadhan di Markaz Lughah El-Kisi bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi madrasah kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Semangat para mahasiswa dan mahasiswi ini menunjukkan bahwa bagi penuntut ilmu di Al-Azhar, Ramadhan bukanlah waktu untuk berleha-leha, melainkan momentum untuk menguatkan ibadah sekaligus memperdalam ilmu, sebagaimana tradisi para ulama sepanjang sejarah.
Osamah Nabhan, Lc. (Musyrif Markaz Lughah eLKISI di Mesir)








