Pemkab Jombang Dinilai Belum Serius Kembangkan Wisata Daerah, ASPARJO Soroti Kurangnya Sinergi

TROBOS.CO – JOMBANG | Dewan Pembina dan Pendiri Asosiasi Pariwisata Jombang (ASPARJO), Yusron Aminulloh, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang belum menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan sektor pariwisata. Selama enam tahun bergelut di dunia wisata, Yusron menyebut langkah Pemkab masih setengah hati.

“Gerakannya setengah hati, tidak ada yang substansial. Mau maju tidak, mundur juga tidak. Ketika banyak kota menggenjot PAD lewat pariwisata dan menggeliatkan ekonomi dari sektor ini, Jombang belum melakukan hal yang sama,” tegas Yusron dalam bincang dengan media, Kamis (30/10).

banner 1280x716

Menurutnya, sudah tiga bupati berganti, namun belum terlihat gebrakan nyata dalam pengembangan wisata alam, religi, maupun edukasi di Kabupaten Jombang. Ia berharap kebijakan bupati baru nanti dapat membawa perubahan signifikan.

“Ketika sekolah-sekolah di Bojonegoro, Lamongan, Gresik, dan Surabaya sering melakukan kegiatan alam dan pelatihan di Wonosalam, justru sekolah-sekolah di Jombang sendiri minim kegiatan seperti itu,” ungkapnya.

Yusron menilai, sebenarnya Pemkab cukup mempertemukan tiga instansi kunci — Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan Dinas Perhubungan — untuk menyinergikan kegiatan wisata edukatif.

“Ini hanya soal perintah dan kontrol. Dinas Pendidikan punya sekolah, Dinas Pariwisata punya lokasi wisata edukasi, dan Dinas Perhubungan bisa mengaktifkan bus wisata Damri atau angkutan kota yang sering nganggur,” ujar Yusron yang juga menjabat CEO PT Saiedah Wonosalam.

Ia menegaskan, jika Pemkab benar-benar menggerakkan kegiatan outing class atau wisata edukatif bagi siswa TK, SD, dan SMP yang jumlahnya mencapai sekitar 30 ribu siswa, maka roda ekonomi lokal akan berputar dengan signifikan. “Kalau dikelola dengan baik, Wonosalam pasti maju,” tegasnya.

Meski demikian, Yusron yang juga CEO DeDurian Park mengapresiasi langkah Pemkab dalam membangun infrastruktur jalan di kawasan Wonosalam.

“Jauh berbeda dengan enam tahun lalu saat saya mulai di Wonosalam. Sekarang jalan-jalan sudah bagus, hanya saja penerangan masih kurang. Kalau malam, Wonosalam gelap karena minim lampu jalan,” tambahnya.

Yusron mengaku memiliki mimpi besar agar kawasan Wonosalam bisa seramai Pacet dan Trawas, dengan restoran, kafe, dan vila yang ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan.

“Maka wajib duduk bersama. Bupati harus memimpin langsung dan mengendalikan dinas serta instansi terkait. Sekalian undang pelaku destinasi wisata, sekolah, dan UMKM,” pungkasnya.

Redaktur TROBOS.CO

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *