Menembus medan terpencil, da’i muda jaga kehidupan islam di NTT dan Timor Leste

TROBOS.CO | NTT–TIMOR LESTE – Di tengah keterbatasan akses wilayah dan minimnya tenaga pendakwah, para da’i muda dari eLKISI melaksanakan Dakwah Ramadhan di sejumlah daerah terpencil dan wilayah minoritas Muslim di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Timor Leste. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kehidupan beragama di kawasan yang masih membutuhkan pembinaan keislaman berkelanjutan.

Perjalanan dakwah dimulai dari Kampung Oe Ue, Desa Mauleum, Amanuban Timur, NTT. Untuk mencapai lokasi, para da’i harus menempuh perjalanan darat hampir delapan jam dengan medan yang tidak mudah: jalan berbatu, tanjakan curam, hingga menyebrangi sungai berarus deras. Kendati demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat para da’i dalam menjalankan amanah Ramadhan.

Kampung Oe Ue memiliki sejarah panjang perkembangan Islam. Sejak 1976, wilayah ini menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di kawasan tersebut melalui peran para da’i Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Saat ini, terdapat enam masjid aktif di Desa Mauleum dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Meski demikian, keterbatasan akses pendidikan agama membuat pembinaan keislaman masih menjadi kebutuhan utama. Selama Ramadhan, para da’i mengisi shalat berjamaah, tarawih, serta memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Masyarakat setempat dikenal memiliki ikatan sosial yang kuat dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.

Selain wilayah mayoritas Muslim, kegiatan dakwah juga menyasar daerah minoritas Muslim di Atambua, NTT. Di wilayah ini, jumlah Muslim hanya sekitar sepuluh keluarga. Selama ini, shalat Tarawih jarang dilaksanakan karena keterbatasan pembimbing agama.

Pada Ramadhan kali ini, para da’i muda mengimami shalat Isya dan Tarawih di rumah warga. Bagi sebagian masyarakat, ini menjadi momen pertama mereka kembali melaksanakan tarawih secara berjamaah. Warga menyampaikan harapan agar pembinaan keislaman dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada momentum Ramadhan semata.

Dakwah Ramadhan juga dilaksanakan di Kota Baucau, Timor Leste, dengan pusat kegiatan di Masjid Al Amal. Di kota ini, jumlah umat Islam diperkirakan sekitar 30 rumah, termasuk sejumlah muallaf. Masjid Al Amal menjadi satu-satunya masjid aktif yang menopang kehidupan keagamaan umat Islam setempat, didukung beberapa mushola dengan kondisi yang beragam.

Meski situasi keamanan relatif kondusif dan hubungan antarumat beragama berjalan harmonis, tantangan dakwah masih cukup besar. Keterbatasan jumlah da’i dan lemahnya pembinaan berkelanjutan membuat sebagian masyarakat Muslim rentan kehilangan pendampingan keagamaan. Para tokoh setempat menilai kehadiran da’i sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Program Dakwah Ramadhan ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kehidupan keagamaan di daerah terpencil dan perbatasan. Kehadiran para da’i menghadirkan kembali shalat berjamaah, memperkuat pemahaman agama, serta menumbuhkan optimisme masyarakat Muslim setempat.

Melalui kegiatan ini, para da’i muda juga mendapatkan pengalaman langsung tentang tantangan dakwah di lapangan, sekaligus memperkuat nilai pengabdian, ketahanan sosial, dan kepedulian terhadap umat.

Tim TROBOS.CO

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *