TROBOS.CO | LUMAJANG – Moto Lazismu “Memberi untuk Negeri” bukan sekadar rangkaian kata yang indah didengar. Moto tersebut terus dibuktikan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Selama ini, Lazismu hadir tidak hanya sebagai lembaga penghimpun zakat, infaq, dan sedekah, tetapi juga sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan para dermawan dengan mereka yang membutuhkan. Dari waktu ke waktu, program-program Lazismu terus bergerak, menyentuh berbagai lapisan masyarakat, membawa harapan, dan menghadirkan keberkahan.
Pada Senin, 9 Maret 2026, di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lumajang, semangat Memberi untuk Negeri kembali terlihat nyata.
Lazismu Lumajang menghadirkan 350 penerima manfaat yang terdiri dari:
- Guru PAUD, TK, hingga SMA
- Para marbot masjid
- Relawan penjaga lintasan kereta api
- Ustad TPQ dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang
Mereka mendapatkan “Kado Ramadhan” berupa paket sembako dan bantuan uang tunai yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Bunda Indah Amperawati bersama Wabup Yudha Adji Kusuma.
Penyerahan didampingi jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lumajang, Pimpinan Daerah Aisyiyah Lumajang, serta para pengurus Lazismu Lumajang. Suasana kebersamaan dan rasa syukur begitu terasa, menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat menyatukan banyak pihak untuk menebar manfaat.
Program Kado Ramadhan merupakan salah satu dari sekian banyak program Lazismu yang selalu dinantikan masyarakat setiap memasuki bulan suci. Bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan penghargaan bagi mereka yang selama ini berperan penting di tengah masyarakat, seperti para guru, marbot masjid, hingga penjaga lintasan kereta api yang bekerja dengan penuh dedikasi.

Dalam sambutannya, Bupati Lumajang menyampaikan apresiasi atas kiprah Lazismu yang selama ini terus hadir membantu masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa ketika pemerintah daerah membutuhkan dukungan, Lazismu selalu sigap turun tangan, termasuk saat terjadi erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.
Ketua Lazismu Lumajang, Ustad Djatto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Lazismu dalam menyalurkan amanah umat. Pada tahun 2026 ini, Lazismu Lumajang mendapatkan target penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah sebesar Rp3,4 miliar.
Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan harapan agar semakin banyak program yang dapat diwujudkan. Melalui enam pilar program Lazismu—pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dakwah keagamaan, serta kemanusiaan—setiap rupiah yang dititipkan para muzakki akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat nyata.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya, Lazismu Lumajang berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp2,7 miliar dari target Rp2,4 miliar. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat kepada Lazismu terus meningkat.
Dengan dukungan yang semakin luas dari masyarakat, diharapkan target tahun ini dapat tercapai bahkan terlampaui, sehingga lebih banyak lagi program pemberdayaan dan bantuan sosial yang dapat dirasakan oleh masyarakat Lumajang.
Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Lumajang juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui Lazismu. Lembaga ini telah terbukti amanah, transparan, dan terpercaya dalam mengelola dana umat.
Acara kemudian ditutup dengan siraman rohani yang disampaikan Ustad Suharyo, selaku Penasihat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lumajang. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa zakat, infaq, dan sedekah bukan hanya kewajiban atau kebaikan semata, tetapi juga jalan keberkahan bagi kehidupan.
Ketika tangan-tangan kebaikan bersatu melalui Lazismu, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para pemberi.
Karena itu, mari bersama-sama memperkuat gerakan kebaikan ini. Dengan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui Lazismu, kita bukan hanya membantu sesama, tetapi juga turut membangun negeri melalui kepedulian dan kebersamaan.
Sebab sejatinya, “Memberi untuk Negeri” bukan sekadar slogan—melainkan gerakan nyata yang menghadirkan harapan bagi banyak orang.
Nugroho Dwi Atmoko









