Ikhtiar Batin di Tengah Duka Semeru: Paguyuban Wal Ashri Gelar Doa Bersama

TROBOS.CO | LUMAJANG – Di balik segala upaya fisik penanganan bencana erupsi Gunung Semeru, tersembunyi sebuah kekuatan lain yang tak kalah penting: ketegaran batin. Saat tenaga manusia bekerja di lapangan, hati memerlukan sandaran yang lebih dalam. Menyadari hal ini, masyarakat Lumajang tidak hanya bergerak dengan ikhtiar lahir, tetapi juga menghidupkan ikhtiar batin melalui doa-doa yang tulus.

Salah satunya adalah Paguyuban Wal Ashri, sebuah komunitas pensiunan pegawai negeri dan BUMD. Pada Sabtu (6/12/2025), paguyuban ini menggelar doa bersama sebagai wujud kepedulian spiritual bagi masyarakat terdampak, khususnya di Kecamatan Pronojiwo.

banner 1280x716

Acara yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja ini dihadiri pula oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Lumajang. dr. Halimi Maksum, Asisten Tata Pemerintahan yang mewakili Bupati Lumajang, hadir memberikan apresiasi sekaligus menguatkan semangat bersama.

Dalam keheningan dan kekhidmatan, doa-doa dipanjatkan untuk memohon perlindungan, ketabahan, dan kekuatan bagi warga yang sedang berjuang memulihkan diri. Doa bersama ini menjadi semacam jembatan spiritual yang menghubungkan kesedihan dengan harapan, mengingatkan bahwa di balik setiap ujian selalu ada hikmah dan jalan keluar yang diberikan Allah SWT.

Ketua Paguyuban Wal Ashri, Didik Supribadio, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata para pensiunan, yang tidak hanya berupa bantuan materi.

“Wal Ashri selalu melakukan upaya spiritual ini. Sebelumnya, kami juga telah memberikan bantuan berupa dana yang disalurkan untuk operasional Dapur Umum PMI,” ujar Didik, menekankan bahwa kepedulian harus diwujudkan secara holistik, lahir dan batin.

Dalam sambutannya, Asisten Tata Pemerintahan dr. Halimi Maksum menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif Paguyuban Wal Ashri.

“Kehadiran Wal Ashri betul-betul merupakan bentuk nyata dukungan bagi Pemda. Bunda Indah (Bupati Lumajang) bersama seluruh jajaran merasa tidak sendirian menghadapi bencana ini. Dukungan moril dan spiritual seperti ini sangat berarti bagi kami dan masyarakat terdampak,” ungkapnya.

Bencana erupsi Semeru meninggalkan duka dan kerusakan fisik yang nyata. Namun, di tengah abu dan reruntuhan, cahaya harapan terus dijaga dengan dua sayap utama: ikhtiar lahir dan ikhtiar batin. Doa bersama seperti yang digagas Paguyuban Wal Ashri adalah pengingat bahwa kekuatan spiritual merupakan penopang vital bagi ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ujian.

Dengan menyatukan langkah nyata dan doa yang tulus, masyarakat Lumajang, khususnya di Pronojiwo, diharapkan dapat menemukan kembali kekuatan untuk bangkit, menata kehidupan, dan melangkah menuju masa depan yang lebih tenang dan penuh keberkahan.

Nugroho Dwi Atmoko

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *