TROBOS.CO | LUMAJANG – Deru motor touring kembali jadi pengiring dakwah nyata. Bikers Muhammadiyah (Bikersmu) Chapter Lumajang menempuh perjalanan panjang 4,5 jam ke pelosok Malang Selatan, Jumat (6/2/2026). Tujuannya satu: menyerahkan dana perbaikan genset untuk Masjid Jabal Nur di kawasan Pantai Goa Cina.
Kisahnya berawal dari kunjungan singkat. Beberapa waktu lalu, seorang anggota Bikersmu yang sedang liburan di pantai itu salat Zuhur di Masjid Jabal Nur. Ia heran, masjid yang sudah dialiri listrik ternyata masih menggunakan aki untuk pengeras suara.
Rasa penasaran membawanya berbincang dengan takmir masjid, Pak Nurhadi. “Listrik di sini sering padam, terutama saat salat berjamaah,” tutur Nurhadi. Mereka sempat beli genset, tetapi rusak dan terbengkalai di tempat servis karena tak ada biaya perbaikan. “Kami terpaksa pakai aki,” katanya lirih.

Cerita itu mengendap di hati. Usai mengikuti kajian di Kasembon, Malang, anggota Bikersmu Lumajang kembali membicarakannya. Empati dan semangat persaudaraan langsung bergulir.
Tanpa ragu, mereka bergerak cepat. Dengan kekompakan khas, dana dikumpulkan secara gotong royong hingga biaya servis genset terkumpul lengkap.
“Ini tentang memastikan ibadah di bulan Ramadan nanti bisa berjalan khusyuk, tanpa khawatir listrik padam,” ujar salah seorang pengurus Bikersmu Lumajang.
Pagi itu, 12 anggota Bikersmu menggeber motor meninggalkan Lumajang. Rute menantang sepanjang jalur selatan dengan kelok-kelok tajam mereka lewati dengan penuh kehati-hatian.
Sesampainya di Masjid Jabal Nur, rombongan langsung menunaikan salat Jumat berjamaah. Usai salat, dana sumbangan diserahkan secara simbolis kepada Pak Nurhadi dan jamaah setempat.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan ini sangat berarti. Alhamdulillah, kami bisa lebih tenang menyambut Ramadan,” ucap Pak Nurhadi dengan suara bergetar haru.
Perjalanan pulang tak kalah berkesan. Mereka memilih rute alternatif melalui Ranupane, menembus kabut tebal dan udara dingin pegunungan yang sesekali disertai hujan.
Namun, semua tantangan itu justru memompa semangat. Di balik helm dan jaket touring, tekad untuk melanjutkan misi serupa di tempat lain semakin membara.
Sebagaimana moto yang selalu mereka gaungkan: Bikersmu akan terus melaju bersama dakwah… wussh!
Nugroho Dwi Atmoko/Trobos.co





