TROBOS.CO | LUMAJANG – Puluhan pemuda dan warga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang, mengikuti pelatihan budidaya cacing tanah pada Sabtu (1/2/2026). Kegiatan yang digelar di SMAIT Arrahmah ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat kolaboratif untuk mengubah limbah organik menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.
Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Adi Sutanto, MM. dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan berkolaborasi dengan Dr. Rusli Tonda dari Universitas Lumajang (Unilum), dengan dukungan penuh dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tekung.
Dalam sambutannya, Drs. Habib Muttaqin selaku Ketua PCM Tekung menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Muhammadiyah membangun kemandirian umat. “Keterlibatan pemuda dalam kegiatan berbasis lingkungan ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus jiwa kewirausahaan,” ujarnya.

Dr. Adi Sutanto, MM., menjelaskan bahwa budidaya cacing tanah adalah teknologi tepat guna yang mudah diterapkan dan punya manfaat ganda. Selain mengurangi tumpukan limbah organik, kegiatan ini menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti biomassa cacing (untuk pakan ternak/ikan) dan kascing (bekas cacing) yang merupakan pupuk organik berkualitas tinggi. “Dengan metode sederhana, masyarakat dapat memanfaatkan limbah sebagai sumber daya produktif,” tegas Dr. Adi.
Pada sesi pelatihan, Dr. Rusli Tonda, S.Pt., M.Agr., memaparkan secara detail empat model budidaya yang bisa disesuaikan dengan kondisi lokal peserta:
- Model Gundukan: Cocok untuk lahan terbuka yang cukup luas.
- Model Rak Bertingkat: Solusi bagi yang memiliki lahan terbatas, bisa di teras atau pekarangan sempit.
- Model Bawah Kandang Ternak: Memanfaatkan kotoran ternak langsung sebagai media sekaligus mengelola limbah kandang.
- Model Keranjang: Paling sederhana dan fleksibel, bisa dipindahkan.
Penjelasan ini memberikan pilihan konkret bagi peserta untuk memulai usaha sesuai dengan sumber daya yang mereka miliki.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu awal pengembangan budidaya cacing tanah secara berkelanjutan di Desa Tukum. Keberhasilan program kolaborasi antara perguruan tinggi (UMM & Unilum) dengan organisasi masyarakat (PCM) ini juga diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Lumajang dan sekitarnya.
Dengan semangat pemberdayaan, pelatihan ini tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem desa yang lebih mandiri, produktif, dan ramah lingkungan.
Rusli/TROBOS.CO






